Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Cak Imin Ajak ISNU Berperan Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Nilai dan Keilmuan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Cak Imin Ajak ISNU Berperan Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Nilai dan Keilmuan
Foto: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (kiri), saat bertemu dengan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) dalam forum audiensi di Jakarta, Rabu 21/1/2026 (sumber: Dokumentasi Pribadi)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), mengajak Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) untuk berkontribusi aktif dalam pemberdayaan masyarakat dalam forum audiensi yang digelar di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.

Cak Imin Dorong ISNU Ambil Peran Strategis

Dalam pertemuan tersebut, Cak Imin menekankan pentingnya kontribusi ISNU dalam menjawab tantangan sosial melalui pendekatan berbasis nilai dan ilmu pengetahuan.

"Pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang berakar pada nilai, ilmu pengetahuan, dan keberpihakan. Di sini lah ISNU dapat berkontribusi secara nyata melalui riset terapan, pendampingan masyarakat, serta penguatan jejaring profesional," ungkapnya.

Ia menilai bahwa kebijakan struktural saja tidak cukup untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan para sarjana sangat diperlukan untuk memberikan solusi intelektual, sosial, dan kultural yang lebih menyentuh akar persoalan.

Secara khusus, Cak Imin menyebutkan bahwa sarjana NU memiliki posisi strategis untuk menjembatani antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil masyarakat.

"Sarjana NU punya posisi strategis sebagai jembatan antara kebijakan negara dan kebutuhan riil masyarakat," ia mengungkapkan.

Karena itu, ia mendorong ISNU untuk tidak hanya menjadi organisasi profesi, melainkan juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu membawa dampak positif bagi masyarakat.

Fokus pada SDM, Inovasi, dan Kepemimpinan

Cak Imin juga menyoroti pentingnya peran ISNU dalam memperkuat sumber daya manusia NU di tengah tantangan zaman.

Ia menyebut sejumlah tantangan besar seperti disrupsi teknologi, ketimpangan sosial, kemiskinan struktural, hingga krisis nilai yang harus direspons dengan langkah nyata.

Ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas sarjana NU harus diarahkan pada tiga aspek utama, yaitu kemandirian ekonomi, kepemimpinan sosial, dan inovasi berbasis keumatan.

Sementara itu, Ketua Umum PP ISNU, Prof Kamaruddin Amin, menyambut baik ajakan tersebut dan menyatakan komitmen ISNU untuk bersinergi dengan pemerintah.

"ISNU siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam melahirkan gagasan dan aksi nyata berbasis keilmuan dan nilai-nilai ke-NU-an," katanya.

Ia menambahkan bahwa ISNU akan terus berperan dalam membangun masyarakat yang berdaya, berpengetahuan, dan berkeadilan.

Penulis :
Leon Weldrick