
Pantau - Kegiatan Ramadhan Karim digelar di Masjid Agung Al-Ittihad, Kota Tangerang, selama bulan suci Ramadhan 2026 dengan menghadirkan berbagai perlombaan bernuansa religi dan hiburan rakyat yang diikuti masyarakat serta pelajar hingga santri.
Acara tersebut menghadirkan sejumlah lomba yang menjadi daya tarik utama seperti lomba tari kreasi, lomba mewarnai untuk anak-anak, hingga lomba grebek sahur yang kental dengan tradisi masyarakat dalam membangunkan warga untuk makan sahur.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Kaonang, menjelaskan bahwa kegiatan Ramadhan Karim tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan.
"Ramadhan Karim tahun ini menyuguhkan perpaduan antara nilai religi dan hiburan rakyat. Sederet lomba yang menjadi daya tarik utama diantaranya adalah lomba tari kreasi, lomba mewarnai anak, hingga lomba grebek sahur yang kental dengan nuansa tradisi membangunkan sahur di tengah masyarakat," kata Kaonang.
Kolaborasi Dispora dan Fatayat NU
Kegiatan Ramadhan Karim diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang yang bekerja sama dengan organisasi Fatayat NU.
Kaonang mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi berbagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dengan karakteristik budaya yang berbeda-beda.
"Setiap OKP punya kultur yang berbeda-beda. Fatayat NU dengan basis keagamaannya akan mengampu Ramadhan Karim ini setiap tahunnya. Masjid Al-A’zhom punya festival pada 1 Muharram, maka Masjid Al-Ittihad memiliki Ramadhan Karim di bulan suci ini," ujar Kaonang.
Ia menambahkan kegiatan Ramadhan Karim berlangsung di Masjid Agung Al-Ittihad hingga 8 Maret 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai kalangan pelajar mulai dari santri pondok pesantren, siswa Madrasah Ibtidaiyah, hingga Madrasah Tsanawiyah.
"Melalui Ramadhan Karim, perbedaan latar belakang diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan di Kota Tangerang," ujarnya.
Upaya Merawat Tradisi Ramadhan
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Al-Ittihad, Herman Suwarman, menyatakan bahwa Ramadhan Karim menjadi wadah penting untuk mengisi bulan suci dengan kegiatan yang produktif.
Ia menilai kegiatan tersebut juga mampu mempererat hubungan silaturahmi antarwarga di Kota Tangerang.
"Ini adalah hasil gagasan bersama pemerintah melalui Dispora yang bekerja sama dengan Fatayat NU Kota Tangerang. Banyak berbagai kegiatan yang dilaksanakan, terutama untuk mengisi kemuliaan bulan suci Ramadan ini," ungkapnya.
Herman menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan Ramadhan Karim bukan sekadar seremoni, melainkan upaya menjaga kekhasan suasana Ramadhan di tengah masyarakat.
"Pelaksanaan ini semakin menambah khazanah dan mempertahankan tradisi budaya Kota Tangerang. Dengan ragam dan perbedaan yang ada, kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan kita semua," katanya.
- Penulis :
- Leon Weldrick







