
Pantau - Keluarga menceritakan keterlibatan mereka dalam upaya pencarian Deden Maulana, korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, yang dilakukan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan.
Adik ipar Deden Maulana, Asep Hilman Rosadi, menyampaikan pengalaman keluarga saat mengikuti proses pencarian dari Makassar.
Asep Hilman Rosadi mengatakan, "Alhamdulillah kami dari pihak keluarga kemarin difasilitasi untuk bisa berangkat ke Makassar."
Pernyataan tersebut disampaikan Asep dalam upacara persemayaman jenazah di Politeknik Ahli Usaha Perikanan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Ia mengungkapkan selama berada di Makassar keluarga mendapatkan pelayanan terbaik serta informasi yang akurat terkait proses pencarian.
Asep juga menceritakan perjalanan panjang menuju lokasi dengan menempuh waktu sekitar 2,5 jam dari bandara dan dilanjutkan satu jam menggunakan sepeda motor.
Keluarga mengapresiasi bantuan dan perhatian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian.
Asep Hilman Rosadi menyampaikan penghargaan atas upaya luar biasa pencarian dan evakuasi serta dukungan moril kepada keluarga korban.
Ia menuturkan, "Saya juga melihat dengan mata saya sendiri bagaimana para relawan dari Basarnas, TNI, bekerja keras."
Keluarga menyadari proses evakuasi korban bukan hal yang mudah dan bersyukur dapat berangkat ke Makassar untuk menjemput jenazah Deden Maulana.
Jenazah Deden Maulana ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Minggu, 18 Januari, sekitar pukul 14.20 Wita.
Lokasi penemuan berada di lereng Gunung Bulusaraung dengan kedalaman sekitar 300 meter.
Pesawat ATR 42-500 yang ditumpangi korban dilaporkan jatuh setelah menabrak gunung pada Sabtu, 17 Januari, siang.
Jenazah korban berjenis kelamin laki-laki berhasil diidentifikasi melalui tes post mortem dan ante mortem.
Proses identifikasi dilakukan di Posko DVI Biddokes Polda Sulawesi Selatan di Jalan Kumala, Makassar.
Hasil identifikasi memastikan korban adalah Deden Maulana, pegawai bidang pengelola barang milik daerah di Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Upacara persemayaman dimulai pukul 10.36 WIB sebagai bentuk penghormatan dan tanda jasa kepada mendiang.
Dalam upacara tersebut Deden Maulana dianugerahi pangkat anumerta.
Jenazah Deden Maulana selanjutnya dimakamkan di Kota Garut, Jawa Barat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







