Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pelni Siapkan Layanan Angkutan Laut Lebaran 2026 Berdasarkan Evaluasi Nataru

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pelni Siapkan Layanan Angkutan Laut Lebaran 2026 Berdasarkan Evaluasi Nataru
Foto: Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia Persero (Pelni) Tri Andayani dalam acara evaluasi angkutan laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta rencana kerja 2026 PELNI di Jakarta, Kamis 22/1/2026 (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni menyiapkan layanan angkutan laut untuk Lebaran 2026 dengan mengacu pada hasil evaluasi pelaksanaan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025–2026).

Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, menyatakan bahwa hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penyesuaian operasional agar pelayanan kepada masyarakat selama masa angkutan Lebaran berlangsung aman, tertib, dan lancar.

"Kami menyiapkan langkah-langkah antisipatif berdasarkan pelaksanaan Nataru kemarin", ungkapnya.

Koordinasi dan Penyesuaian Operasional

Tri menjelaskan bahwa lonjakan jumlah penumpang pada puncak masa angkutan perlu diimbangi dengan pengelolaan embarkasi dan debarkasi yang lebih terkoordinasi, terutama di pelabuhan-pelabuhan dengan tingkat kepadatan tinggi.

Pada pelaksanaan Nataru 2025–2026, ditemukan sejumlah dinamika operasional yang perlu diantisipasi, seperti kondisi cuaca ekstrem, keterbatasan dermaga, serta meningkatnya jumlah kapal yang sandar di beberapa pelabuhan.

Faktor-faktor tersebut sering kali memerlukan penyesuaian jadwal kapal demi menjaga keselamatan pelayaran dan kelancaran layanan kepada penumpang.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Pelni memperkuat koordinasi dengan pengelola pelabuhan, termasuk Pelindo dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP), agar pengaturan sandar kapal dapat dilakukan secara lebih optimal.

Pelni juga menyiapkan penambahan personel pengamanan di dermaga pada titik-titik padat guna memperlancar arus naik dan turun penumpang.

"Penyesuaian ini dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan pelayaran dan kenyamanan penumpang", ia mengungkapkan.

Pelni juga merencanakan penyesuaian jadwal dan deviasi rute pada ruas tertentu, khususnya di wilayah yang diperkirakan mengalami lonjakan permintaan selama angkutan Lebaran 2026.

Dukungan Logistik dan Kesiapan Infrastruktur

Dari sisi operasional, Pelni mengantisipasi kelancaran bongkar muat barang agar tidak mengganggu jadwal kapal penumpang, terutama di pelabuhan dengan aktivitas logistik tinggi.

Untuk mendukung hal tersebut, anak usaha Pelni di bidang logistik mempersiapkan penambahan peralatan bongkar muat di sejumlah pelabuhan prioritas.

Berdasarkan evaluasi kinerja, tingkat ketepatan waktu atau on time performance (OTP) kapal penumpang Pelni selama Nataru 2025–2026 mencapai sekitar 98 persen, sementara OTP kapal perintis berada di kisaran 97 persen.

Pelni menyebut bahwa keterlambatan yang terjadi disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem.

"Capaian ini menjadi modal penting bagi kami dalam menyiapkan layanan angkutan Lebaran", tegas Tri.

Selain itu, Pelni juga memetakan kebutuhan pengisian bahan bakar (BBM) dan air tawar kapal karena meningkatnya jumlah kapal yang sandar di sejumlah pelabuhan.

Jika diperlukan, "perusahaan akan mengusulkan penyesuaian titik pengisian BBM dan air tawar untuk menjaga kelancaran layanan", tambahnya.

Tri menegaskan bahwa seluruh kesiapan ini dilakukan untuk memastikan layanan angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, nyaman, dan mendukung konektivitas laut nasional.

Penulis :
Leon Weldrick