Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemprov DKI Ungkap Strategi Kurangi Beban TPST Bantargebang, Warga Diminta Pilah Sampah dari Rumah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemprov DKI Ungkap Strategi Kurangi Beban TPST Bantargebang, Warga Diminta Pilah Sampah dari Rumah
Foto: (Sumber : Kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, pascakejadian longsor pada Minggu (8/3/2026). ANTARA/HO-DLH DKI Jakarta..)

Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membeberkan sejumlah solusi untuk meringankan beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, salah satunya dengan mengurangi sampah sejak dari sumbernya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto menjelaskan bahwa semakin banyak sampah yang dipilah dan dikurangi sejak dari rumah tangga, perkantoran, hingga kawasan permukiman, maka semakin kecil pula tekanan terhadap TPST Bantargebang sebagai lokasi pengolahan akhir.

Asep Kuswanto mengatakan, "Upaya pengurangan sampah di sumber merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang pengelolaan sampah Jakarta, sekaligus untuk mengurangi beban timbunan yang masuk ke tempat pemrosesan akhir setiap harinya".

Pemilahan Sampah Jadi Langkah Penting

Pengurangan sampah dari sumber dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah tersebut antara lain memilah sampah menjadi beberapa kategori.

Kategori tersebut meliputi sampah mudah terurai, material yang dapat didaur ulang, residu, serta sampah B3 rumah tangga.

Selain memilah sampah, masyarakat juga didorong melakukan pengomposan terhadap sampah makanan.

Masyarakat juga dianjurkan memanfaatkan kembali barang-barang yang masih memiliki nilai guna.

Asep Kuswanto menyebutkan, "Langkah-langkah tersebut terbukti efektif menekan volume sampah yang harus diangkut ke fasilitas pengolahan maupun tempat pemrosesan akhir".

Teknologi Pengolahan Sampah Terus Dikembangkan

Pemprov DKI Jakarta juga terus memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengembangkan fasilitas pengolahan sampah modern.

Contohnya adalah Refuse Derived Fuel Plant Rorotan yang mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif bagi industri semen.

Meski demikian, Asep menegaskan bahwa teknologi pengolahan saja tidak cukup tanpa dukungan partisipasi aktif masyarakat dalam mengurangi sampah dari sumbernya.

Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta mengajak seluruh warga membangun budaya pemilahan dan pengurangan sampah dalam kehidupan sehari-hari.

Asep Kuswanto mengatakan, "Jika masyarakat semakin aktif memilah dan mengurangi sampah, maka sistem pengelolaan sampah Jakarta akan semakin berkelanjutan dan beban TPST Bantargebang dapat terus berkurang karena hanya residu yang dikirim ke sana".

TPST Bantargebang saat ini tercatat menerima rata-rata 7.354 ton sampah per hari dari wilayah DKI Jakarta.

Sementara total beban harian tempat pengolahan sampah tersebut mencapai sekitar 7.734 ton sampah setiap hari.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti