
Pantau - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta menghadirkan program Jakarta Menulis 2026 guna membuka ruang bagi masyarakat dalam mengembangkan kemampuan menulis dari pemula hingga profesional.
Program ini merupakan kolaborasi antara Perpustakaan Jakarta, PDS H.B. Jassin, dan Gramedia Writing Project.
Kepala Satuan Pelaksana Layanan Perpustakaan Dispusip DKI Riska Damastika menyatakan, "Program ini ingin membuka ruang lebih lebar. Bukan hanya sebagai tempat belajar menulis, tetapi juga sebagai tempat bertemu antara pengalaman dan kata-kata, serta antara penulis dan prosesnya," ungkapnya.
Program Jakarta Menulis 2026 tidak hanya berfokus pada hasil akhir berupa buku, tetapi juga menekankan proses kreatif dalam penulisan.
Rangkaian Kegiatan dan Partisipasi
Kegiatan pembuka diisi dengan diskusi bertema “Dari Membaca ke Menulis: Cerita yang Lahir dari Ruang Sehari-hari”.
Diskusi tersebut menghadirkan penulis Aghnia Sofyan dan editor Anida Nurrahmi sebagai narasumber.
Sebanyak 155 peserta mengikuti sesi pertama setelah mendaftar sejak awal April 2026.
Rangkaian program berlangsung dari 26 April hingga 12 Juli 2026 dengan berbagai lokakarya kepenulisan intensif.
Fasilitas dan Output Program
Peserta mendapatkan kesempatan mengikuti sesi kupas naskah bersama editor profesional untuk mengembangkan karya mereka.
Dalam sesi ini, peserta dapat berkonsultasi langsung terkait tulisan yang sedang disusun.
Editor komunitas Wienny Siska menekankan pentingnya pengalaman hidup sebagai bahan tulisan yang bermakna.
Sebagai penutup program, sebanyak 20 cerita pendek terbaik akan dibukukan.
Karya tersebut akan menjadi koleksi Perpustakaan Jakarta dan PDS H.B. Jassin.
Program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya karya-karya baru dari masyarakat serta memperkuat budaya literasi.
- Penulis :
- Gerry Eka







