
Pantau - Personel Polri bersama TNI menggencarkan upaya pemulihan Aceh Tamiang menjelang Ramadhan 2026 melalui pembersihan fasilitas publik dan permukiman warga pascabencana banjir lumpur.
Kegiatan pemulihan tersebut bertujuan agar masyarakat dapat segera bangkit dan kembali beraktivitas normal dengan aman dan nyaman.
Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi menyampaikan keterangan itu di Aceh Tamiang pada Sabtu.
Pemulihan awal difokuskan di kawasan perkotaan sebelum bergeser ke wilayah perkampungan.
Perkampungan yang menjadi sasaran merupakan wilayah yang terdampak parah akibat bencana hidrometeorologi berupa banjir dan lumpur.
"Polres kan sudah lama aktif. Selain melayani masyarakat, kita untuk menuju pemulihan, sehingga bisa cepat pulih kembali," ungkap AKBP Muliadi.
Prioritas Pembersihan Fasilitas Publik
AKBP Muliadi menjelaskan prioritas pertama pembersihan mencakup sekolah, fasilitas kesehatan, dan masjid.
Tiga sasaran utama tersebut ditetapkan agar kegiatan belajar, layanan medis, serta ibadah Ramadhan dapat berjalan aman dan lancar.
Sekolah diprioritaskan karena aktivitas belajar mengajar telah kembali dimulai pascabencana.
Lingkungan sekolah harus bersih dan aman untuk mendukung kondisi psikologis anak-anak setelah terdampak bencana.
Fasilitas kesehatan termasuk puskesmas dibersihkan agar masyarakat mengetahui dan mudah mengakses rujukan layanan kesehatan.
Pembersihan fasilitas kesehatan dinilai penting karena meningkatnya keluhan kesehatan warga pascabencana.
Masjid menjadi prioritas berikutnya menjelang Ramadhan 2026.
Pembersihan masjid dilakukan agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk, nyaman, dan aman tanpa terganggu sisa lumpur dan kerusakan fasilitas.
Sinergi Personel dan Pemulihan Menyeluruh
Sekitar 1.300 personel Polri termasuk BKO dikerahkan dalam kegiatan pemulihan tersebut.
Personel Polri bersinergi dengan TNI dan ASN untuk mempercepat pembersihan dan pelayanan kepada masyarakat.
"Kami bersinergi dengan TNI, sinergi juga dengan ASN. Jadi kita bergerak bersama-sama," ujar AKBP Muliadi.
Upaya pemulihan kini difokuskan ke perkampungan yang terdampak paling parah.
Pemulihan juga disertai dorongan percepatan pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak.
Target percepatan hunian sementara dilakukan agar sebelum Ramadhan warga tidak lagi tinggal di tenda darurat.
Pemulihan diarahkan agar masyarakat dapat kembali fokus pada aktivitas sosial dan ekonomi.
Selain pemulihan fisik, Polres Aceh Tamiang mendorong pemulihan trauma dan penguatan semangat bangkit masyarakat.
"Kita juga mendorong masyarakat secara mentalnya untuk bangkit melalui trauma healing.Jadi harapan Pak Bupati (Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi) selaku kepala daerah, sebelum Ramadhan masyarakat tidak ada lagi yang di tenda (pengungsi), biar fokus ibadah," kata AKBP Muliadi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








