Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BMKG Deteksi Kekeringan di Natuna dan Anambas, Waspadai Potensi Karhutla di Kepri

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BMKG Deteksi Kekeringan di Natuna dan Anambas, Waspadai Potensi Karhutla di Kepri
Foto: (Sumber: Ilustrasi-Pelabuhan Perikanan di kawasan Transmigrasi Lokal Tanjungbanon, Rempang, Kota Batam, Kepri, Selasa (12/8/2025). ANTARA/Laily Rahmawaty..)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mendeteksi awal kekeringan di dua kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yakni Natuna dan Anambas.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan Djambak, menyatakan bahwa wilayah Kepri mulai memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga awal Maret 2026.

“Kekeringan sudah mulai terpantau di Natuna dan Anambas,” ungkap Ramlan.

Kekeringan Permukaan Tanah dan Dampaknya

Pemantauan kekeringan dilakukan melalui citra satelit cuaca Himawari-9 dan peta Fire Danger Rating System (FDRS), yang menganalisis suhu, kelembapan, curah hujan, dan angin.

“Yang terjadi kekeringan permukaan tanah,” jelas Ramlan.

Dampak kekeringan ini mulai dirasakan dalam bentuk berkurangnya ketersediaan air tanah, terutama di wilayah yang hanya bergantung pada tadah hujan.

Beberapa daerah yang memiliki waduk atau sistem pengelolaan air tawar lainnya juga terdampak, meski dalam skala berbeda.

BMKG telah memantau kondisi kekeringan ini di wilayah Natuna dan Tarempa, serta menyampaikan hasil pemantauan kepada pemerintah daerah masing-masing melalui rapat koordinasi.

Belum Ada Titik Panas, Tapi Potensi Karhutla Tetap Diwaspadai

Saat ditanya mengenai kondisi di lima kabupaten lainnya di Kepri, Ramlan menjelaskan bahwa pola cuaca, jenis vegetasi, serta tutupan lahan yang berbeda-beda menyebabkan tingkat kekeringan yang bervariasi.

Selain itu, dampak kekeringan juga berbeda antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Mengenai potensi kebakaran hutan dan lahan, Ramlan menyebut bahwa hingga saat ini belum terpantau adanya titik panas (hotspot) di Kepri.

Namun, BMKG tetap meminta seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan karhutla hingga awal Maret 2026.

“Waspada terhadap kekeringan dan tidak melakukan pembakaran lahan saat kekeringan,” imbau Ramlan.

Penulis :
Aditya Yohan