Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BMKG Sebut Peluang Hujan Lebat di Nusa Tenggara Barat Mulai Menurun pada Pertengahan Maret 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BMKG Sebut Peluang Hujan Lebat di Nusa Tenggara Barat Mulai Menurun pada Pertengahan Maret 2026
Foto: (Sumber : Peta prediksi curah hujan probabilistik dasarian II Maret 2026 di wilayah Nusa Tenggara Barat. ANTARA/HO-BMKG.)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebut peluang hujan lebat di wilayah Nusa Tenggara Barat mulai berkurang pada pertengahan Maret 2026 karena daerah tersebut telah memasuki fase pascapuncak musim hujan.

Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG NTB Suci Agustiarini mengatakan peluang hujan dengan intensitas tinggi pada periode ini semakin menurun.

"Peluang hujan dengan intensitas lebih dari 100 milimeter per dasarian hanya berkisar 30 hingga 50 persen," ungkapnya.

Pada periode dasarian II Maret 2026 atau tanggal 11 hingga 20 Maret, hujan lebat diperkirakan hanya terjadi di sebagian kecil wilayah.

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat tersebut meliputi sebagian Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, dan Bima.

BMKG juga memprediksi hujan dengan kategori sedang masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Barat.

Hujan kategori sedang merupakan hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter.

Probabilitas hujan kategori sedang di wilayah NTB diperkirakan berkisar antara 60 persen hingga lebih dari 90 persen.

Suci menjelaskan bahwa meskipun hujan masih berpotensi terjadi di banyak wilayah, peluang hujan dengan intensitas tinggi mulai menurun karena wilayah tersebut telah melewati puncak musim hujan.

"Masih ada potensi hujan dengan intensitas menengah pada pertengahan Maret 2026, masyarakat diharapkan untuk terus waspada terhadap potensi kejadian cuaca ekstrem," ujarnya.

Curah Hujan Awal Maret Bervariasi di Berbagai Wilayah

Sepanjang dasarian I Maret atau periode 1 hingga 10 Maret 2026, kondisi curah hujan di wilayah Nusa Tenggara Barat tercatat bervariasi.

Curah hujan yang tercatat berada pada kategori rendah hingga menengah, dengan beberapa wilayah mengalami hujan kategori tinggi.

Curah hujan tertinggi tercatat di pos hujan Tanjung yang berada di Kabupaten Lombok Utara.

Di wilayah tersebut, curah hujan tercatat mencapai 172 milimeter per dasarian.

Pemantauan hari tanpa hujan berturut-turut di wilayah NTB secara umum masih berada pada kategori sangat pendek.

Hari tanpa hujan tersebut tercatat berkisar antara satu hingga lima hari.

"Hari tanpa hujan yang sangat pendek menandakan aktivitas hujan masih cukup sering terjadi," kata Suci.

Musim Kemarau 2026 Diperkirakan Datang Lebih Awal

Berdasarkan informasi sebelumnya, sekitar 84 persen wilayah Nusa Tenggara Barat diperkirakan akan memasuki awal musim kemarau pada April 2026.

Puncak musim kemarau di wilayah tersebut diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

BMKG menyebut sekitar 70 hingga 73 persen wilayah NTB akan mengalami awal musim kemarau yang datang lebih cepat dibandingkan kondisi normal.

Selain datang lebih awal, sifat musim kemarau tahun ini juga diperkirakan lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis.

Durasi musim kemarau pada tahun 2026 diperkirakan berlangsung antara 25 hingga 27 dasarian.

Durasi tersebut setara dengan sekitar delapan hingga sembilan bulan.

Jika musim kemarau dimulai pada April, maka musim kemarau diperkirakan akan berakhir sekitar November hingga Desember 2026.

Penulis :
Aditya Yohan