
Pantau - Desa Wargasara di Pulau Tunda, Kabupaten Serang, Banten, resmi ditetapkan sebagai lokasi proyek percontohan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Mandiri oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
Penetapan ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Serang dan PT Metta Energi Sejahtera.
Proyek PLTS Mandiri ini menargetkan sekitar 300 rumah tangga di Pulau Tunda untuk dapat menikmati listrik selama 24 jam penuh, menggantikan kondisi sebelumnya yang hanya mendapat pasokan listrik 6 hingga 12 jam per hari.
"Kabupaten Serang menjadi proyek percontohan dari Kemendes PDT sebagai solusi penyediaan energi melalui PLTS. Ini patut disyukuri, karena warga Pulau Tunda sudah puluhan tahun hanya menikmati listrik 6 sampai 12 jam sehari," ujar perwakilan pemerintah setempat.
Infrastruktur PLTS dan Dukungan Ekonomi Nelayan
Fasilitas PLTS Mandiri yang akan dibangun mencakup pemasangan 14 unit panel surya mono, penyediaan baterai lithium, dan pembangunan ruang distribusi daya.
Selain itu, proyek ini juga akan menyediakan fasilitas cold storage (gudang pendingin) yang akan mendukung aktivitas ekonomi nelayan Pulau Tunda.
"Dengan adanya listrik 24 jam dan cold storage, kami berharap produktivitas dan perekonomian warga meningkat. Ini bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memberikan akses layanan dasar yang berkeadilan," ungkap pihak Kemendes PDT.
Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDT, Nugroho Setijo Negoro, menegaskan bahwa program ini bukanlah bantuan hibah, melainkan bentuk investasi kerja sama antara pihak swasta dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Kami memfasilitasi pelayanan publik dengan melibatkan swasta agar prosesnya lebih cepat. Model kerja sama ini menuntut partisipasi masyarakat untuk bertanggung jawab menjaga keberlangsungan infrastruktur tersebut," tegas Nugroho.
Komitmen Swasta untuk Bangun Desa
CEO PT Aurora Power Indonesia (Metta Group), Katamsi Ginanom, menjelaskan bahwa keterlibatan pihaknya dalam proyek ini dilandasi semangat membangun desa dan menciptakan dampak sosial yang nyata.
"Kemiskinan sering kali disebabkan tidak adanya akses terhadap modal dan infrastruktur. Ini saatnya kami membayar kembali kepada negeri, meskipun dari sisi bisnis mungkin belum tentu menguntungkan," katanya.
Program PLTS Mandiri ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses energi di wilayah kepulauan dan secara langsung meningkatkan taraf hidup masyarakat Pulau Tunda.
- Penulis :
- Aditya Yohan







