Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Brimob Polda Sumbar Rampungkan Empat Jembatan Darurat di Agam, Buka Akses Warga Pascabencana

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Brimob Polda Sumbar Rampungkan Empat Jembatan Darurat di Agam, Buka Akses Warga Pascabencana
Foto: (Sumber: Salah seorang warga Padang Landua, Jorong Kampung Tangah Timur, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam sedang membawa padi dengan sepeda motor saat melintas di jembatan darurat dibangun Sat Brimob Polda Sumbar, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Yusrizal.)

Pantau - Satuan Brimob Polda Sumatera Barat merampungkan pembangunan empat unit jembatan darurat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk memulihkan akses warga yang terdampak banjir bandang dan longsor.

Keempat jembatan tersebut dibangun di atas Sungai Batang Nanggang dengan tujuan memudahkan aktivitas masyarakat, termasuk akses menuju sekolah dan pengangkutan hasil pertanian.

“Empat jembatan telah selesai kita bangun 100 persen di Koto Alam dua unit dan Kampung Tangah Timur dan Kampung Tangah Barat dua unit,” ungkap pihak Brimob.

Dikerjakan Brimob dan Warga, Dua Jembatan Bisa Dilalui Mobil

Pembangunan jembatan darurat melibatkan 30 personel Brimob yang bekerja bersama masyarakat setempat.

Pekerjaan dimulai satu bulan lalu dan dilakukan secara bertahap, dengan waktu pembangunan tiap jembatan berkisar antara satu minggu hingga sepuluh hari.

Dua dari empat jembatan yang dibangun kini dapat dilalui kendaraan roda empat, sementara dua lainnya hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua.

Jembatan pertama menghubungkan Padang Gadiah ke Padang Landua, Jorong Kampung Tangah Timur, Nagari Salareh Aia Timur.

Jembatan kedua menghubungkan Jorong Koto Alam ke Subarang Aia, di nagari yang sama.

Sebelumnya, jembatan-jembatan penghubung antar kampung tersebut rusak total akibat diterjang banjir bandang pada 27 November 2025.

Akses Pulih, Warga Kembali Bisa Bawa Hasil Panen

Warga Koto Alam, Fahmi Agusra, menyampaikan apresiasi kepada tim relawan dari kepolisian yang telah membangun jembatan darurat tersebut.

“Selama ini kita memakai jembatan dari bambu dan pohon pinang yang kondisinya tidak memadai. Alhamdulillah jembatan yang telah dibangun dengan kondisi kokoh dan aman untuk dilalui kendaraan roda dua,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat di sekitar sempat terisolasi selama hampir tiga minggu karena jembatan penghubung terputus.

Sungai Batang Nanggang yang sebelumnya selebar delapan meter kini melebar lebih dari 100 meter akibat banjir bandang.

Keberadaan jembatan darurat sangat membantu 33 kepala keluarga di Padang Landua untuk mengangkut hasil pertanian seperti padi dari lahan seluas sekitar 50 hektare.

Sebelum jembatan selesai, lalu lintas warga lumpuh total dan akses alternatif berjarak hingga tujuh kilometer.

Rencana Bangun Jembatan Bailey di Subarang Aia

Sat Brimob Polda Sumbar juga merencanakan pembangunan jembatan bailey di kawasan Subarang Aia.

Material untuk pembangunan jembatan tersebut saat ini sedang dalam proses pengiriman ke Salareh Aia Timur.

“Apabila sampai langsung dikerjakan dan mudah-mudahan jembatan ini sudah bisa digunakan pada awal Februari 2026,” jelas pihak Brimob.

Penulis :
Aditya Yohan