Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Mendikdasmen Resmikan Ruang Kelas Darurat di Pidie Jaya untuk Percepat Pemulihan Pendidikan Pascabanjir

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mendikdasmen Resmikan Ruang Kelas Darurat di Pidie Jaya untuk Percepat Pemulihan Pendidikan Pascabanjir
Foto: (Sumber : Mendikdasmen Abdul Mu'ti (tengah) berbincang dengan siswa saat melakukan kunjungan ke SMA Negeri 2 Mereudeu di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Senin (9/3/2026). ANTARA/HO-Kemendikdasmen..)

Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti meresmikan penggunaan Ruang Kelas Darurat (RKD) bagi siswa di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran dan infrastruktur pendidikan pascabanjir yang melanda wilayah Sumatera.

Abdul Mu'ti melakukan kunjungan ke SMA Negeri 2 Mereudeu di Kabupaten Pidie Jaya pada Senin 9 Maret.

Dalam kunjungan tersebut ia menyapa para siswa, menyerahkan bantuan buku, memberikan motivasi kepada peserta didik, serta meresmikan enam unit RKD.

"Saya mengunjungi SMA Negeri 2 Mereudeu di Pidie Jaya untuk meresmikan enam RKD dan membagikan sejumlah bantuan buku serta peralatan sekolah. Ini adalah wujud nyata upaya kami untuk mempercepat proses pembangunan dan rekonstruksi pasca-musibah yang melanda di Sumatra, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya," ungkapnya.

Pembangunan enam RKD dilakukan sebagai solusi sementara sambil menunggu rekonstruksi gedung utama sekolah yang rusak akibat bencana.

Mendikdasmen menyatakan pemerintah terus mengupayakan agar proses rekonstruksi gedung sekolah dapat segera dilaksanakan.

" Kami terus mengusahakan agar pelaksanaan rekonstruksi gedung sekolah dapat segera dilakukan. Dan juga ketika gedung sekolah sudah berdiri, RKD dapat dimanfaatkan seperti kantin atau hal lainnya terkait proses pembelajaran," ujarnya.

Sekolah Terdampak Parah Banjir

Kepala SMA Negeri 2 Mereudeu Muhammadiah menyampaikan bahwa sekolah tersebut merupakan salah satu yang paling parah terdampak banjir pada akhir November 2025.

Ia menyampaikan rasa syukur atas peresmian enam RKD tersebut yang berlangsung di tengah suasana bulan Ramadhan.

"Di tengah suasana bulan suci Ramadhan ini, kami mengucapkan rasa syukur peresmian enam RKD. Kami sangat tersanjung akan kunjungan Menteri Mu'ti, ini menjadi sebuah momentum untuk kami dapat bangkit dan terus lebih baik ke depannya," ujarnya.

Muhammadiah juga menyampaikan bahwa SMA Negeri 2 Mereudeu akan mendapatkan pembangunan gedung sekolah baru.

Pembangunan tersebut akan dilakukan oleh Kemendikdasmen bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat atau TNI AD.

Seluruh bangunan lama sekolah akan diratakan terlebih dahulu sebelum dibangun kembali sesuai dengan desain bangunan baru.

Siswa Kembali Belajar di Ruang Kelas

Salah satu siswi SMA Negeri 2 Mereudeu, Israqiah, mengatakan sebelum adanya RKD kegiatan belajar dilakukan secara sederhana di tenda darurat dengan alas kain terpal.

"Saya melihat langsung proses pembangunan RKD ini yang sangat cepat. Ruangannya cukup baik, ada bangku, meja, dan papan tulis. Senang rasanya bisa kembali belajar di ruang kelas," ucapnya.

Siswi lainnya, Ziadatul Una, mengatakan kembali belajar di ruang kelas merupakan hal yang telah lama diharapkan para siswa setelah bencana terjadi.

"Kami sangat bersyukur untuk semua bantuan yang hari ini kami terima. Semoga pendidikan di kota kami kembali pulih dan kami semua dapat bersekolah dengan aman dan bahagia," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut Mendikdasmen juga membagikan bantuan buku pembelajaran serta Bantuan Pendidikan Tahun 2026 sebesar Rp25 juta.

Di Kabupaten Pidie Jaya terdapat total 21 Ruang Kelas Darurat yang tersebar di lima sekolah.

Hingga 6 Maret 2026 Kemendikdasmen telah melakukan Perjanjian Kerja Sama dengan 1.642 sekolah dengan total nilai bantuan lebih dari Rp1,741 triliun.

  • Sebanyak 1.357 sekolah dari jumlah tersebut dikerjakan secara swakelola oleh pihak sekolah.
  • Sementara 187 sekolah lainnya akan dikerjakan oleh TNI Angkatan Darat.
Penulis :
Ahmad Yusuf