Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Prioritaskan Perbaikan 154 Jembatan Rusak di Aceh, Dampak Bencana Ganggu Ekonomi Kopi Gayo

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemerintah Prioritaskan Perbaikan 154 Jembatan Rusak di Aceh, Dampak Bencana Ganggu Ekonomi Kopi Gayo
Foto: (Sumber : Menteri PU Dody Hanggodo didampingi Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar saat memberikan keterangan kepada awak media usai meninjau longsoran tanah di Aceh Tengah, Senin (9/3/2026). ANTARA/Rahmat Fajri..)

Pantau - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan perbaikan jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir dan longsor di Aceh menjadi prioritas pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemulihan infrastruktur.

Pemerintah Pusat Bantu Perbaikan Jalan dan Jembatan

Dody menyampaikan hal tersebut saat meninjau kondisi infrastruktur di Kabupaten Bener Meriah setelah menerima laporan dampak ekonomi akibat kerusakan akses transportasi.

"Untuk Aceh, sesuai arahan Presiden Prabowo, pembangunan kembali jalan dan jembatan diprioritaskan agar kondisinya lebih baik," kata Dody Hanggodo.

Pemerintah pusat akan membantu perbaikan tidak hanya pada jalan nasional, tetapi juga jalan provinsi dan kabupaten yang mengalami kerusakan.

"Pemerintah akan membantu perbaikan sekitar 154 jembatan serta sejumlah ruas jalan provinsi dan kabupaten yang saat ini kondisinya masih rusak," ujar Dody.

Ia menegaskan jalan dan jembatan tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat sehingga percepatan perbaikan menjadi prioritas.

Kementerian Pekerjaan Umum kini dapat membantu pembangunan jalan daerah setelah terbit Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 yang bertujuan mempercepat konektivitas untuk mendukung swasembada pangan dan energi.

"Dengan adanya Inpres tersebut, dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan jalan daerah memiliki dasar hukum yang jelas," kata Dody.

Kerusakan Infrastruktur Rugikan Petani Kopi

Data pemerintah daerah mencatat terdapat 154 jembatan rusak akibat banjir dan longsor di Bener Meriah serta 184 ruas jalan mengalami kerusakan pada jaringan nasional, provinsi, dan kabupaten.

Sebagian jalan nasional sudah mulai diperbaiki, namun pemerintah daerah berharap perbaikan jalan provinsi dan kabupaten juga segera dipercepat.

Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar mengatakan kesejahteraan masyarakat sangat bergantung pada kelancaran akses transportasi karena wilayah tersebut merupakan sentra kopi arabika dataran tinggi Gayo.

Kerusakan jalan diperkirakan menyebabkan potensi kerugian hingga Rp500 miliar per tahun akibat terganggunya distribusi hasil pertanian.

Harga kopi ceri yang normalnya bisa mencapai Rp25.000 per kilogram turun menjadi sekitar Rp22.000 per kilogram saat akses jalan rusak.

Selisih harga tersebut berdampak besar terhadap pendapatan petani karena sekitar 70 persen kopi arabika dari wilayah tersebut dipasarkan ke luar negeri dan menjadi salah satu penyumbang devisa negara.

"Jika akses jalan semakin baik, aktivitas ekonomi masyarakat akan meningkat dan kesejahteraan petani kopi dapat terjaga," kata Tagore Abubakar.

Penulis :
Ahmad Yusuf