
Pantau - Layanan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mulai berangsur pulih setelah sempat lumpuh akibat banjir bandang akhir November 2025.
Peran Gotong Royong dan Bantuan Perantau Minang
Wali Nagari Guguak Malalo, Mulyadi, menyampaikan bahwa pemulihan pamsimas tidak lepas dari kerja sama antara pemerintah dan berbagai pihak, terutama sumbangan dari perantau Minang.
"Alhamdulillah berkat kerja sama antara pemerintah dan donatur terutama perantau Minang, layanan pamsimas di Nagari Malalo mulai berangsur pulih," ungkapnya.
Banjir bandang sebelumnya menyebabkan dua sabo dam di desa tersebut rusak parah, yang berdampak langsung terhadap ketersediaan air bersih, sanitasi masyarakat, dan irigasi lahan pertanian.
Saat ini, aliran air dari Batang Malalo sudah mulai memenuhi kebutuhan masyarakat, meskipun belum sepenuhnya menjangkau seluruh warga.
Cakupan Layanan Baru Capai 35 Persen
Pipa air yang digunakan saat ini berasal dari sumbangan perantau dan bantuan pemerintah daerah, namun baru mampu melayani sekitar 35 persen dari total 4.680 jiwa penduduk Nagari Guguak Malalo.
Warga yang belum terjangkau layanan pamsimas masih mendapatkan pasokan air bersih secara berkala dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten dan Provinsi Sumatera Barat.
"Secara berkala PMI datang ke rumah-rumah warga untuk mendistribusikan air bersih," kata Mulyadi.
Salah satu dari dua sabo dam yang rusak bahkan dilaporkan jebol akibat derasnya terjangan banjir.
Warga Bersihkan Sungai Demi Cegah Banjir Susulan
Untuk mencegah banjir bandang susulan akibat penumpukan material seperti batu besar dan pohon, masyarakat bersama perangkat nagari telah melakukan gotong royong membersihkan aliran Batang Malalo.
"Di awal-awal itu kita sudah bergotong royong membersihkan pintu sabo dam. Tapi memang belum maksimal karena pekerjaannya sangat berat dan dibutuhkan alat berat," jelas Mulyadi.
Masyarakat berharap perbaikan sabo dam dapat segera dilakukan agar layanan air bersih dan sanitasi bisa kembali normal secara menyeluruh dan risiko bencana dapat ditekan.
- Penulis :
- Gerry Eka







