Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kasus DBD di Jakarta Selatan Menurun Signifikan pada 2025, Masyarakat Diimbau Waspada

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kasus DBD di Jakarta Selatan Menurun Signifikan pada 2025, Masyarakat Diimbau Waspada
Foto: (Sumber: Warga keluar dari rumah mereka saat pengasapan (fogging) di Duri Kepa, Jakarta Barat, Kamis (18/4/2024). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/Spt..)

Pantau - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan (Sudinkes Jaksel) melaporkan penurunan signifikan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2024, Jakarta Selatan tercatat 2.513 kasus DBD, sementara pada 2025 jumlah kasus turun menjadi 1.528, menunjukkan penurunan yang cukup signifikan.

Wilayah dengan Kasus Relatif Tinggi

Beberapa kecamatan, seperti Pancoran, Jagakarsa, dan Mampang Prapatan, masih tercatat sebagai wilayah dengan angka kasus DBD yang relatif tinggi.

Namun, secara keseluruhan, penurunan kasus ini menunjukkan keberhasilan dari berbagai upaya pengendalian dan kewaspadaan masyarakat terhadap DBD.

Upaya Pengendalian dan Pencegahan

Sudinkes Jaksel terus berupaya mengendalikan penyebaran DBD melalui berbagai langkah, antara lain:

Memaksimalkan peran kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dua kali seminggu.

Melakukan pengasapan (fogging) di lingkungan sekolah dan permukiman warga.

Menyelenggarakan sosialisasi kepada warga mengenai pencegahan DBD, termasuk praktek pembuatan perangkap nyamuk (flytrap) di sekolah-sekolah.

Imbauan untuk Warga

Warga Jakarta Selatan diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala-gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, atau tanda-tanda lain yang mengarah pada DBD.

Data Kasus DBD di DKI Jakarta

Secara keseluruhan, DKI Jakarta tercatat mengalami penurunan jumlah kasus DBD, dari 13.287 kasus pada tahun 2024 menjadi 10.075 kasus pada 2025 hingga akhir Desember.

Penulis :
Ahmad Yusuf