Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Promosi Budaya NTB Sasar Wisatawan Arab Saudi dan Australia lewat Diplomasi Museum

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Promosi Budaya NTB Sasar Wisatawan Arab Saudi dan Australia lewat Diplomasi Museum
Foto: Arsip - Sejumlah pengunjung menyaksikan koleksi Museum NTB dalam pameran internasional Islamic Arts Biennale 2025 di kawasan Terminal Haji Barat Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu 25/1/2025 (sumber: Museum NTB)

Pantau - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan pasar Arab Saudi dan Australia sebagai fokus utama dalam promosi pariwisata internasional melalui program diplomasi kebudayaan.

Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, menjelaskan bahwa pemilihan kedua negara tersebut berdasarkan pada pertimbangan strategis dan keterkaitan khusus dengan NTB.

"Ketika kami ingin melakukan promosi atau second diplomacy, maka kami harus mencari negara yang punya kaitan dengan NTB," ungkapnya.

Fokus Promosi ke Arab Saudi

Arab Saudi dipilih karena dinilai memiliki potensi besar sebagai negara asal wisatawan ke NTB, terutama pasca musim haji.

Setiap tahun, jutaan jemaah haji dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, kembali dari Arab Saudi dengan pesawat yang sebagian besar kembali dalam kondisi kosong.

"Ketika musim haji mereka mencari negara untuk berlibur karena Mekah dan Madinah serta kota-kota lain yang ada di Arab Saudi padat, mereka datang ke Indonesia," ia mengungkapkan.

Museum NTB berharap melalui kegiatan pameran dan promosi kebudayaan, wisatawan asal Arab Saudi akan semakin tertarik berkunjung ke NTB saat musim liburan mereka.

Australia Jadi Mitra Budaya Strategis

Australia juga menjadi target promosi karena memiliki hubungan konektivitas yang erat dengan Indonesia, termasuk NTB yang letaknya berdekatan secara geografis.

Wisatawan Australia saat ini mulai mencari destinasi alternatif dari Bali yang dianggap semakin padat dan macet.

" Kami berharap NTB bisa menjadi pilihan baru karena dekat dengan Bali. NTB punya budaya pariwisata yang tidak mahal dan karakter masyarakat yang ramah," ujar Ahmad Nuralam.

Museum NTB telah membangun kerja sama dengan sejumlah lembaga budaya ternama di Australia, seperti Museum and Art Gallery of the Northern Territory, Art Gallery South Australia (AGSA), dan Australian Museum.

Pada 2 Desember 2025, Museum NTB menyelenggarakan lokakarya bersama tiga museum tersebut yang membahas perawatan keris sebagai warisan budaya.

Lokakarya ini menghadirkan kurator pewarangan dari Paguyuban Anjani sebagai narasumber utama.

"Museum NTB aktif menggelar kegiatan bersama sebagai upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah NTB di tingkat internasional," katanya.

Penulis :
Shila Glorya