Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

TNI AD Bangun 33 Unit MCK di Aceh Utara untuk Atasi WC Terbang Pascabanjir

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

TNI AD Bangun 33 Unit MCK di Aceh Utara untuk Atasi WC Terbang Pascabanjir
Foto: (Sumber: Komandan Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina (Danyonzipur 5/ABW) Kodam V/Brawijaya yang juga Komandan Satgas SSY Yonzipur 5 di sektor Aceh Utara Letkol Czi Wahyu Wuhono menjawab pertanyaan ANTARA soal pembangunan MCK bagi penyintas bencana banjir di Aceh Utara, Selasa (27/1/2026). ANTARA/Harianto)

Pantau - Prajurit TNI Angkatan Darat dari Batalyon Zeni Tempur 5 Arati Bhaya Wighina membangun 33 unit MCK umum di Aceh Utara guna mengatasi praktik WC terbang dan meningkatkan sanitasi penyintas banjir pascabencana besar.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Yonzipur 5 di bawah Kodam V Brawijaya setelah prajurit menemukan kondisi sanitasi yang memprihatinkan di lokasi terdampak banjir.

Komandan Batalyon Zeni Tempur 5 Arati Bhaya Wighina sekaligus Komandan Satgas SSY Yonzipur 5 sektor Aceh Utara Letkol Czi Wahyu Wuhono menjelaskan bahwa pembangunan MCK berawal dari temuan prajurit di lapangan.

Prajurit TNI menemukan praktik pembuangan kotoran menggunakan plastik karena tidak tersedianya fasilitas sanitasi yang layak bagi warga terdampak banjir.

Praktik WC terbang tersebut kerap ditemukan saat prajurit membersihkan jalan, membuka akses, dan membangun gorong-gorong di wilayah terdampak.

Kondisi itu terungkap setelah prajurit mendatangi warga dan mengetahui hampir satu bulan setelah bencana para penyintas belum memiliki fasilitas MCK di lokasi pengungsian.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Yonzipur 5 berkolaborasi dengan berbagai pihak dengan dukungan donasi masyarakat Jawa Timur dan Kodam V Brawijaya.

Sebanyak 33 unit MCK dibangun dan disebar di Kecamatan Sawang dan Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, sesuai kebutuhan wilayah terdampak banjir paling parah.

Di Kecamatan Sawang dibangun 12 unit MCK dengan delapan unit telah selesai dan digunakan warga, sementara empat unit lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Pembangunan MCK menggunakan konsep semi permanen dengan ukuran sekitar 1,5 x 1,8 meter dan tinggi kurang lebih 2,5 meter.

Material yang digunakan meliputi rangka baja ringan, atap spandek atau seng, dinding bata merah setinggi sekitar 1,5 meter, serta kalsiboard di bagian atas.

Setiap titik MCK memiliki minimal dua bilik terpisah untuk laki-laki dan perempuan sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan kebiasaan masyarakat setempat.

Fasilitas MCK dilengkapi bak mandi, WC duduk, dan tempat wudu untuk menunjang kebutuhan dasar warga.

Letkol Wahyu menegaskan bahwa kondisi sanitasi yang buruk berisiko memicu penyakit menular seperti diare, disentri, dan muntaber.

Penyediaan MCK dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi penyintas banjir agar kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Untuk suplai air bersih, pembangunan MCK disesuaikan dengan jarak sumur bor bantuan dari berbagai pihak agar sanitasi dan ketersediaan air terintegrasi.

Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana secara berkelanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan