Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

KSAL Pastikan Anak Prajurit Marinir Korban Longsor Cisarua Dapat Beasiswa Hingga Sarjana

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KSAL Pastikan Anak Prajurit Marinir Korban Longsor Cisarua Dapat Beasiswa Hingga Sarjana
Foto: (Sumber: KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali (kiri) menginspeksi pasukan saat upacara peringatan Hari Armada RI di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/12/2025). Upacara peringatan Hari Armada mengangkat tema Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe, Koarmada RI Siap Mempersatukan Kekuatan Laut Nusantara untuk Mengantarkan Rakyat Sejahtera, Bersatu, Berdaulat Menuju Indonesia Maju. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/rwa. (ANTARA FOTO/DIDIK SUHARTONO))

Pantau - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan bahwa anak-anak dari prajurit Marinir yang gugur akibat bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, akan mendapatkan beasiswa pendidikan hingga jenjang sarjana.

Selain beasiswa, TNI AL juga memberikan kesempatan dan kemudahan bagi mereka untuk bergabung menjadi prajurit TNI atau TNI AL serta menyediakan pendampingan psikologis bagi keluarga korban.

"TNI AL memberikan beasiswa kepada putra putri korban sampai dengan sarjana, diberikan kesempatan dan kemudahan untuk bergabung menjadi prajurit TNI/TNI AL serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban," ungkapnya.

TNI AL Terus Lanjutkan Evakuasi, 18 Prajurit Masih Dicari

Laksamana Ali menegaskan bahwa dukungan tersebut adalah bentuk penghargaan negara atas pengabdian prajurit yang gugur dalam tugas.

Selain beasiswa dan jalur rekrutmen, TNI AL juga akan menyalurkan santunan kepada keluarga korban.

Hingga Rabu, 28 Januari 2026, tim SAR gabungan bersama prajurit TNI AL telah mengevakuasi lima jenazah prajurit Marinir yang menjadi korban longsor.

Kelima prajurit tersebut adalah:

  • Serda Marinir Sidiq Hariyanto
  • Praka Marinir Muhammad Koriq
  • Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita
  • Praka Marinir Ari Kurniawan
  • Pratu Marinir Febry Bramantio

Jenazah kelima prajurit telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing, diserahkan kepada keluarga, dan dimakamkan dengan upacara militer.

Sementara itu, 18 prajurit Marinir lainnya masih dalam proses pencarian.

Untuk mendukung operasi evakuasi, TNI AL telah mengerahkan sekitar 200 personel Marinir.

Pencarian juga dibantu dengan teknologi canggih seperti drone, sensor thermal, unit anjing pelacak, serta alat berat untuk menyisir material longsor.

Laksamana Ali berharap seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.

Penulis :
Ahmad Yusuf