Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

China Salurkan Bantuan Jarum Suntik Insulin untuk Pengungsi Palestina di Yordania

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

China Salurkan Bantuan Jarum Suntik Insulin untuk Pengungsi Palestina di Yordania
Foto: (Sumber: Seorang pengungsi Palestina menerima jarum suntik insulin yang disumbangkan oleh China di Kamp Pengungsi Baqa'a di Yordania pada bulan 28 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/HO-UNRWA.)

Pantau - China bekerja sama dengan Badan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Tengah atau UNRWA menyalurkan bantuan jarum suntik insulin kepada pengungsi Palestina di Kamp Pengungsi Baqa'a, Yordania, pada Rabu, 28 Januari 2026.

Penyaluran bantuan ini mencerminkan dukungan jangka panjang China terhadap upaya bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.

China menegaskan komitmen berkelanjutan untuk terus bekerja sama dengan UNRWA melalui berbagai saluran bantuan.

Proyek bantuan tersebut didanai oleh Dana Pembangunan Global dan Kerja Sama Selatan-Selatan.

Lebih dari 43.000 pengungsi Palestina di Tepi Barat, Gaza, Yordania, Lebanon, dan Suriah akan menerima manfaat dari bantuan ini.

Khusus di Yordania, lebih dari 11 juta jarum suntik insulin akan didistribusikan kepada pengungsi Palestina.

Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan penderita diabetes selama setidaknya satu tahun.

Sekitar 30.000 pengungsi Palestina di Yordania diketahui menderita diabetes.

Dari jumlah tersebut, sekitar 14.000 pengungsi membutuhkan suntikan insulin setiap hari.

Duta Besar China untuk Yordania Guo Wei menyatakan bahwa China akan terus mendukung upaya kemanusiaan bagi rakyat Palestina.

"China akan terus mendukung upaya kemanusiaan Palestina," ungkap Guo Wei.

Salah satu pengungsi Palestina, Raida Jawabreh, mengungkap pusat kesehatan di kamp telah kehabisan jarum suntik selama lebih dari satu bulan.

"Selama lebih dari sebulan pusat kesehatan kehabisan jarum suntik sehingga saya harus membeli sendiri dan menggunakannya berulang kali," ungkap Raida.

Ia menyebut bantuan tersebut memungkinkan para pengungsi kembali menyuntikkan insulin dua kali sehari tanpa hambatan.

Penulis :
Aditya Yohan