Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Teknologi Reverse Osmosis Hadirkan Air Siap Minum bagi Siswa SDN 1 Tualang Cut Pascabanjir Aceh Tamiang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Teknologi Reverse Osmosis Hadirkan Air Siap Minum bagi Siswa SDN 1 Tualang Cut Pascabanjir Aceh Tamiang
Foto: (Sumber: Sejumlah siswa SDN 1 Tualang Cut di Kabupaten Aceh Tamiang mengambil air minum hasil teknologi Reverse Osmosis (RO) bantuan Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Universitas Pertahanan (Unhan) di tengah pemulihan pascabanjir di Aceh Tamiang, Senin (26/1/2026). ANTARA/Harianto.)

Pantau - Sejumlah siswa SDN 1 Tualang Cut di Kabupaten Aceh Tamiang kembali beraktivitas belajar di tengah proses pemulihan pascabanjir dengan dukungan air siap minum dari teknologi Reverse Osmosis.

Aktivitas pengambilan air minum berlangsung pada Senin, 26 Januari 2026, ketika anak-anak sekolah terlihat mengambil air siap minum langsung dari keran yang terpasang di lingkungan sekolah.

Air siap minum tersebut merupakan hasil bantuan Kementerian Pertahanan bersama Universitas Pertahanan yang menghadirkan teknologi Reverse Osmosis bagi sekolah terdampak bencana.

Lokasi sekolah masih menyisakan jejak lumpur akibat banjir besar yang terjadi pada akhir November 2025 dan menyebabkan aktivitas belajar mengajar dilakukan dalam kondisi terbatas.

Sebagian siswa masih belajar di ruang kelas dengan fasilitas seadanya dan duduk di lantai karena kerusakan sarana pascabanjir.

Air bening yang diminum para siswa dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu dimasak karena telah melalui proses pengolahan dengan teknologi Reverse Osmosis.

Instalasi pengolahan air tersebut terdiri dari lapisan filter pipa stainless dan tiga tempat penampungan air yang dipasang di sudut SDN 1 Tualang Cut.

Teknologi Reverse Osmosis bekerja melalui proses filtrasi dan tekanan tinggi sehingga mampu menghasilkan air yang bebas dari bakteri dan virus.

Air yang sebelumnya kotor dan berbau kini dapat diolah menjadi air jernih dan aman untuk dikonsumsi oleh para siswa setiap hari.

SDN 1 Tualang Cut yang berada di Desa Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed, merupakan salah satu sekolah di wilayah yang terdampak parah banjir bandang.

Bagi para siswa, keberadaan air bersih di sekolah bukan lagi kemewahan melainkan telah menjadi bagian dari rutinitas belajar.

Akses air bersih tersebut mendukung semangat dan energi belajar siswa di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan.

Keceriaan siswa terlihat saat mereka menikmati pengalaman baru meminum air bersih langsung dari keran sekolah.

Program penyediaan air siap minum ini menjadi bagian dari upaya pemulihan fasilitas pendidikan di Aceh Tamiang yang hingga kini masih terus berlangsung.

Penulis :
Ahmad Yusuf