
Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan meminta perguruan tinggi untuk tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga memastikan lulusan memiliki integritas tinggi, kompetensi unggul, dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.
Fauzan menyampaikan hal tersebut saat menghadiri pelantikan Prof Dr Muryanto Amin sebagai Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2026–2031.
"Kampus tidak cukup hanya memperluas akses. Yang lebih penting adalah memastikan lulusan dengan memiliki integritas, kompetensi yang tidak biasa-biasa saja, dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam pembangunan manusia, khususnya di wilayah Sumatera Utara yang masih menghadapi berbagai tantangan sosial.
Tantangan Sosial di Sumut dan Peran Pendidikan Tinggi
Fauzan menyoroti sejumlah persoalan sosial di Sumatera Utara, seperti prevalensi stunting yang meskipun menurun, masih berada di angka 18,9 persen.
Tingkat kemiskinan juga masih cukup tinggi, yaitu sebesar 7,36 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka mencapai 5,32 persen.
Menurutnya, fakta-fakta ini menunjukkan perlunya keterkaitan yang lebih kuat antara pendidikan tinggi, riset, dan dunia kerja.
Fauzan menyebut Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi di Sumatera Utara telah mencapai 33,04 persen.
Ia menilai capaian tersebut merupakan modal penting untuk membangun sumber daya manusia unggul di daerah.
Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan akses ke pendidikan tinggi harus dibarengi dengan penguatan kualitas lulusan.
Optimalisasi Potensi Daerah melalui Inovasi Kampus
Sumatera Utara dinilai memiliki potensi besar di berbagai sektor seperti pertanian, perkebunan, industri pengolahan, maritim, dan ekonomi kreatif.
Potensi ini, menurut Fauzan, dapat dikembangkan melalui hilirisasi riset dan inovasi dari kampus-kampus di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya peran kepemimpinan kampus untuk mendorong pendidikan tinggi lebih relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
"Kepemimpinan kampus menjadi instrumen penting untuk meneguhkan peran strategis perguruan tinggi dalam menjawab tantangan sekaligus mengoptimalkan potensi pembangunan manusia di Sumatera Utara. Kampus harus hadir sebagai pusat integrasi ilmu pengetahuan, inovasi, dan kebutuhan nyata masyarakat," ia mengungkapkan.
- Penulis :
- Shila Glorya







