
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta menyatakan sebanyak 30 rukun tetangga di Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan masih tergenang banjir dengan ketinggian air maksimal mencapai 50 sentimeter pada Sabtu pagi.
Kondisi Banjir Berangsur Surut
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan menyampaikan bahwa petugas terus melakukan penanganan di lapangan untuk mempercepat surutnya genangan.
"Kami bersama instansi terkait melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik," kata Mohamad Yohan.
Berdasarkan data BPBD DKI, kondisi banjir di Jakarta sudah mulai berangsur surut dibandingkan sehari sebelumnya.
Pada Jumat 30 Januari 2026, ketinggian banjir di sejumlah wilayah Jakarta sempat mencapai 3,5 meter.
"Untuk saat ini, tepatnya pada Sabtu pagi, dari data yang sama, menunjukkan bahwa air yang menggenangi wilayah Jakarta tertinggi tinggal 50 cm," ujar Yohan.
Sebaran Wilayah Terdampak Banjir
Jumlah wilayah terdampak banjir pada Sabtu pagi tercatat tersisa 30 RT dengan wilayah terbanyak berada di Jakarta Timur.
Jakarta Timur masih mencatat 22 RT terdampak banjir yang tersebar di Kelurahan Bidara Cina sebanyak empat RT dan Kelurahan Kampung Melayu sebanyak 18 RT.
Ketinggian air di wilayah Jakarta Timur berkisar antara 15 hingga 50 sentimeter.
Jakarta Selatan tercatat satu RT terdampak banjir yang berada di Kelurahan Pejaten Timur dengan ketinggian air mencapai 20 sentimeter.
Jakarta Utara masih mencatat tujuh RT terdampak banjir yang tersebar di Kelurahan Kapuk Muara sebanyak dua RT dan Kelurahan Marunda sebanyak lima RT.
Ketinggian air di Jakarta Utara dilaporkan berkisar antara 20 hingga 45 sentimeter.
"Penyebab banjir di Jakarta Timur dan Selatan karena curah hujan tinggi serta meluapnya Sungai Ciliwung, sementara di Jakarta Utara karena luapan Kali Angke dan Kali Nagrak," ungkap Yohan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








