Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Banjir Belum Surut, Warga Pamanukan Subang Mengungsi di Kolong Jembatan Layang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Banjir Belum Surut, Warga Pamanukan Subang Mengungsi di Kolong Jembatan Layang
Foto: (Sumber: Warga terdampak banjir di wilayah Pamanukan, Subang, mengungsi di kolong jembatan layang. (ANTARA/HO-Pemkab Subang))

Pantau - Ratusan warga terdampak banjir di wilayah Pantura Kabupaten Subang, Jawa Barat, terpaksa mengungsi di kolong jembatan layang Pamanukan karena rumah mereka masih terendam air hingga Sabtu pagi, 31 Januari 2026.

"Sudah berhari-hari banjir belum surut. Jadi harus mengungsi," ujar Didi, salah satu warga terdampak yang memilih bertahan di bawah jembatan.

Menurutnya, lokasi tersebut dipilih karena dekat dengan rumah, sehingga lebih mudah bagi warga membawa barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

Kolong Jembatan Jadi Lokasi Pengungsian Rutin

Area kolong jembatan layang Pamanukan bukan pertama kali dijadikan lokasi pengungsian.

Warga menyebut tempat tersebut sering digunakan saat banjir besar terjadi karena lokasinya strategis dan mudah diakses.

Meski pemerintah daerah telah menyediakan tempat pengungsian resmi, warga enggan berpindah karena lokasinya terlalu jauh dari permukiman.

"Kalau mengungsi di lokasi yang terlalu jauh, susah bawa barang-barang," tambah Didi.

Ribuan Rumah dan Warga Terdampak

Menurut data BPBD Subang, banjir di Kecamatan Pamanukan telah merendam 5.679 rumah di 8 desa.

Secara keseluruhan, banjir di Kabupaten Subang telah berdampak pada:

  • 7.536 rumah terendam
  • Tersebar di 51 desa di 7 kecamatan
  • Mempengaruhi 13.541 Kepala Keluarga (KK) atau 36.060 jiwa
  • Jumlah pengungsi yang tercatat hingga saat ini mencapai 276 KK atau 645 jiwa.

Dampak Terhadap Fasilitas Umum dan Pertanian

Selain rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan dan gangguan pada infrastruktur penting:

  • 27 sarana ibadah terendam
  • 20 sekolah terdampak
  • 2.884 hektare areal persawahan terendam air

Pemerintah daerah dan relawan terus melakukan pemantauan dan penanganan di titik-titik terdampak, namun sebagian warga memilih bertahan di tempat yang dianggap lebih aman dan dekat dari rumah masing-masing.

 

Penulis :
Ahmad Yusuf