
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di wilayah ibu kota.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menanggulangi risiko bencana.
"Rencana penerbangan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi ekstrem di Provinsi DKI Jakarta," ungkapnya.
Dua Sorti Penerbangan, Dua Jenis Bahan Semai
Operasi OMC dilaksanakan melalui kerja sama lintas instansi, melibatkan BPBD DKI Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara, dan lembaga terkait lainnya.
Pada sorti pertama, penyemaian awan dilakukan di wilayah perairan utara Jakarta dengan ketinggian terbang antara 8.000 hingga 11.000 kaki.
Bahan semai yang digunakan berupa Kalsium Oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram.
Sementara itu, sorti kedua difokuskan ke wilayah barat daya Jakarta pada ketinggian 7.000–8.000 kaki, dengan bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) juga sebanyak 800 kilogram.
Pelaksanaan Berdasarkan Analisis Cuaca dan Evaluasi Harian
Isnawa menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer dan pemantauan cuaca yang dilakukan secara berkelanjutan.
Penyemaian awan diarahkan ke wilayah yang dianggap lebih aman guna meminimalkan risiko bencana di area padat penduduk.
BPBD DKI Jakarta juga melakukan evaluasi harian untuk menilai efektivitas dari operasi yang dilaksanakan.
Koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk memastikan kesiapsiagaan menyeluruh dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan








