
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan memprakirakan sejumlah wilayah di Kalimantan Timur akan mengalami hujan lebat yang berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang sesaat pada tanggal 1 hingga 2 Februari 2026.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem tersebut.
"Untuk itu kami mengimbau masyarakat dan instansi terkait selalu waspada terhadap dampak yang bisa ditimbulkan dari prakiraan ini," ungkapnya.
Dampak dan Wilayah Terdampak
BMKG menyebutkan sejumlah potensi dampak dari cuaca ekstrem ini, seperti banjir, jalan licin dan risiko terperosok ke lubang jalan, sungai meluap, jembatan kayu hanyut, tanah longsor, serta pohon tumbang.
Wilayah yang diperkirakan terdampak pada 1 Februari 2026 antara lain:
- Kota Bontang: Bontang Barat, Bontang Selatan, Bontang Utara
- Kabupaten Mahakam Ulu: Laham
- Kabupaten Berau: Kelay
- Kabupaten Kutai Barat: Linggang Bigung, Long Iram, Tering
- Kabupaten Kutai Kartanegara: Kota Bangun, Marang Kayu
- Kabupaten Kutai Timur: Batu Ampar, Bengalon, Busang, Long Mesangat, Rantau Pulung, Sangatta Selatan, Sangatta Utara, Telen, Teluk Pandan
Sedangkan pada 2 Februari 2026, wilayah terdampak mencakup:
- Kabupaten Kutai Barat: Barong Tongkok, Linggang Bigung, Long Iram, Mook Manaar Bulatn, Nyuatan, Tering
- Kabupaten Mahakam Ulu: Laham, Long Apari, Long Hubung
- Kabupaten Paser: Batu Sopang
BMKG Minta Masyarakat Tetap Siaga
Carolina Meylita menegaskan bahwa hujan lebat, angin kencang, dan potensi petir diperkirakan masih akan terus berlangsung di wilayah-wilayah tersebut selama periode prakiraan.
BMKG mengingatkan agar masyarakat dan pihak terkait tetap siaga menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
- Penulis :
- Aditya Yohan







