Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Hasto Sebut Pengunduran Diri Pejabat OJK dan BEI sebagai Keteladanan Baru dalam Kepemimpinan Nasional

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Hasto Sebut Pengunduran Diri Pejabat OJK dan BEI sebagai Keteladanan Baru dalam Kepemimpinan Nasional
Foto: Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto (sumber: PDI P)

Pantau - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyebut pengunduran diri sejumlah pejabat tinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bentuk keteladanan baru dalam budaya kepemimpinan nasional.

Hasto menilai bahwa kesediaan pejabat untuk mundur saat menghadapi persoalan besar mencerminkan standar etika yang tinggi dan selaras dengan semangat Satyam Eva Jayate yang berarti Hanya Kebenaran yang Berjaya.

"Di dalam Rakernas Pertama PDI Perjuangan, tema Satyam Eva Jayate adalah perisai moral. Ketika kami melihat ada pejabat yang menunjukkan tanggung jawab moralnya dengan mundur, PDI Perjuangan menganggap ini sebagai suatu keteladanan baru," ungkapnya.

Ia menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah yang diambil para pejabat tersebut, terutama di tengah gejolak pasar modal yang sedang terjadi.

Menurutnya, jabatan bukanlah sekadar kursi kekuasaan, melainkan amanah berat yang harus disertai dengan pertanggungjawaban nyata.

Gejolak Pasar dan Pengunduran Diri Massal

Krisis kepercayaan terhadap regulator keuangan mencuat setelah terjadinya penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 28–29 Januari 2026.

Publik dikejutkan dengan pengunduran diri Direktur Utama BEI, Iman Rachman, yang kemudian disusul oleh empat pejabat tinggi OJK.

Empat pejabat tersebut adalah Mahendra Siregar selaku Ketua Dewan Komisioner OJK, Inarno Djajadi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, IB Aditya Jayaantara sebagai Deputi Komisioner, serta Mirza Adityaswara selaku Wakil Ketua DK.

PDI Perjuangan menilai bahwa peristiwa ini harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan keuangan nasional.

Dorongan Sinergi dan Fokus pada Kedaulatan Ekonomi Rakyat

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, Hasto mendorong adanya sinergi kuat antara otoritas moneter, fiskal, dan sektor riil guna mencegah meluasnya dampak krisis pasar ke sektor ekonomi masyarakat bawah.

"Yang lebih penting saat ini adalah bagaimana otoritas moneter, fiskal, dan sektor riil bekerja sama," ia mengungkapkan.

Hasto menegaskan bahwa kepentingan rakyat, bangsa, dan negara harus selalu dikedepankan di atas kepentingan lain.

Ia juga menyatakan bahwa setiap keputusan ekonomi pemerintah harus tetap berorientasi pada kedaulatan ekonomi rakyat agar tidak mudah terguncang oleh spekulasi pasar global.

Penulis :
Shila Glorya