
Pantau - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan mengganti seluruh jajaran direksi Bank Himbara yang dinilai tidak optimal dalam mendukung penguatan ekonomi nasional dan cenderung merugikan negara.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan hal tersebut dalam acara retret bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Kompetensi Bela Negara, BPSDM Pertahanan, Cibodas, Rumpin, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu.
Alasan Pergantian Direksi Bank Himbara
Menurut Sjafrie, Presiden Prabowo menilai bahwa Bank Himbara selama ini lebih memprioritaskan pengusaha besar ketimbang pelaku usaha kecil dalam hal pemberian kredit.
"Bank Himbara itu lebih menguntungkan pengusaha besar daripada pengusaha kecil untuk dikasih kredit. Oleh karena itu, Presiden akan memutuskan ganti semua direksi Bank Himbara," ungkapnya.
Ia juga menyoroti bahwa banyak bank negara dan BUMN lainnya tidak memberikan keuntungan maksimal bagi negara karena perilaku direksi yang cenderung mengutamakan kepentingan pribadi.
Pemerintah Siapkan Seleksi Ketat
Dalam penjelasannya, Sjafrie menegaskan bahwa pemerintah akan menerapkan seleksi ketat dalam menentukan direksi bank negara dan BUMN lainnya.
Kriteria utama yang akan digunakan antara lain adalah kapasitas intelektual, pengalaman praktis, serta kecintaan terhadap tanah air.
"Kita ganti dengan mereka yang mempunyai kemampuan intelektual, kemampuan praktisi tapi dia cinta tanah air," ia mengungkapkan.
Ia menambahkan, "Kita tidak lagi mengambil mereka yang sudah lama bercokol di BUMN."
Usai memberikan sambutan, Sjafrie juga menegaskan kembali dalam konferensi pers bahwa pemerintah tengah mencari sosok-sosok baru yang lebih segar dan tangguh untuk memimpin BUMN.
"Pemerintah mencari generasi generasi muda yang militan, kapabel, dan kredibel untuk kita beri tugas dan tanggung jawab untuk mengendalikan perahu perjuangan ekonomi kita," jelasnya.
Namun, Sjafrie tidak merinci bagaimana mekanisme seleksi tersebut akan dilakukan oleh pemerintah.
- Penulis :
- Shila Glorya







