Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Operasi SAR Longsor Cisarua Diperluas, 10 Korban Masih Diduga Tertimbun

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Operasi SAR Longsor Cisarua Diperluas, 10 Korban Masih Diduga Tertimbun
Foto: (Sumber: Proses evakuasi longsor di Sektor A2, Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat ANTARA/Ilham Nugraha)

Pantau - Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan memperluas cakupan area pencarian korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, saat operasi memasuki hari kesembilan.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyatakan bahwa pencarian difokuskan pada optimalisasi sektor prioritas, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan mitigasi risiko longsor susulan.

"Seiring bertambahnya unsur SAR gabungan, area pencarian kami perluas dan seluruh sektor difokuskan agar seluruh area kerja dapat tercakup secara maksimal", ungkapnya.

Hingga hari ini, jumlah korban terdampak tercatat sebanyak 158 jiwa.

Rinciannya: 78 orang selamat, 70 korban ditemukan dalam kantong jenazah, dan 10 orang masih diduga tertimbun material longsor.

Teknologi dan Ribuan Personel Dikerahkan dalam Operasi Terukur

Sebelum pencarian dimulai, tim SAR melakukan asesmen kondisi longsoran sejak pukul 06.00 WIB menggunakan drone Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

Asesmen ini bertujuan untuk memetakan potensi bahaya, menentukan area kerja yang aman, serta menetapkan jalur evakuasi darurat.

Jika dinyatakan aman oleh petugas keselamatan (safety officer), pencarian dilanjutkan dengan mengerahkan 22 ekor anjing pelacak K-9 untuk menelusuri titik-titik potensial keberadaan korban.

Pencarian aktif dimulai pukul 08.00 WIB, difokuskan pada tiga sektor utama: Sektor Alpha, Bravo, dan Charlie.

Metode pencarian yang digunakan mencakup metode manual, teknikal, serta penggunaan alat berat secara berlapis dan terkontrol menyesuaikan kondisi medan.

Sebanyak 18 unit alat berat dari berbagai tipe, mulai dari PC 75 hingga PC 300, diterjunkan dalam operasi ini.

"Optimalisasi penggunaan alat berat disesuaikan dengan situasi lapangan dan hasil asesmen keselamatan, sehingga tetap efektif, namun tidak mengabaikan keamanan personel", tegas Ade Dian.

Total personel yang terlibat dalam operasi mencapai 3.713 orang, terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, kementerian dan lembaga terkait, serta relawan.

Operasi SAR akan terus dilakukan secara terukur dan terkoordinasi hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

Penulis :
Gerry Eka