
Pantau - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 tiba di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara, pada Minggu pagi setelah menyelesaikan misi perdamaian selama 14 bulan di perairan Lebanon.
Misi tersebut merupakan bagian dari Maritime Task Force (MTF) United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, menjelaskan bahwa KRI SIM bertugas selama satu tahun dua bulan menjaga perdamaian maritim di Laut Mediterania dan wilayah perairan Lebanon.
"KRI Sultan Iskandar Muda ini bertugas selama 14 bulan... dan dalam melaksanakan tugas berjalan aman, lancar, alhamdulillah sampai dengan kembali ke pangkalan pun dalam keadaan aman," ungkapnya.
Bawa Helikopter Tunggal dalam Misi, Dapat Apresiasi Pemerintah Lebanon
KRI SIM merupakan kapal perang jenis korvet kelas SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) dan diawaki oleh Satuan Tugas MTF TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL.
Sebanyak 119 prajurit TNI Angkatan Laut terlibat dalam misi ini, termasuk personel penyelam dan pasukan khusus.
KRI SIM juga membawa satu unit helikopter Dauphin AS 365N3 yang digunakan selama misi dan menjadi satu-satunya wahana udara yang dibawa oleh kapal dalam MTF UNIFIL.
"Helikopter kita juga digunakan oleh unsur-unsur Lebanon ya, pemerintah Lebanon maupun angkatan laut lainnya... karena hanya kapal kita yang membawa helikopter di misi MTF ini," ujar Laksamana Ali.
Misi utama Satgas MTF UNIFIL adalah menjaga perdamaian dan mencegah masuknya senjata atau bahan terlarang ke Lebanon, yang dijalankan bersama angkatan laut dari negara-negara lain.
Pemerintah Lebanon memberikan apresiasi tinggi atas kinerja dan kontribusi KRI SIM selama menjalankan tugas di wilayah perairannya.
Penutupan Misi dan Manfaat Strategis bagi Personel TNI AL
Selain menjalankan misi perdamaian, para personel TNI AL juga mendapat manfaat besar dari kerja sama internasional yang berlangsung selama penugasan.
"Dengan Angkatan Laut Lebanon kita saling melaksanakan pelatihan... membangun capacity building... saling tukar-menukar pengalaman dalam bertugas," terang KSAL.
Laksamana Muhammad Ali juga mengumumkan bahwa misi ini menjadi misi terakhir Satgas MTF UNIFIL dari Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa PBB telah memutuskan untuk tidak melanjutkan misi MTF UNIFIL ke depan, sehingga Indonesia tidak akan lagi mengirim satgas untuk tugas tersebut.
- Penulis :
- Gerry Eka







