Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BBWS C3 Percepat Penanganan Darurat Banjir dan Longsor di Sungai Cidurian Tangerang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BBWS C3 Percepat Penanganan Darurat Banjir dan Longsor di Sungai Cidurian Tangerang
Foto: (Sumber: Tinjauan lapangan Sungai Cidurian di Desa Carenang, Kabupaten Tangerang, Senin (2/2/2026). ANTARA/HO-BBWS C3.)

Pantau -  Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian mempercepat penanganan darurat banjir dan longsor di sepanjang aliran Sungai Cidurian, Kabupaten Tangerang, Banten, guna memulihkan aksesibilitas dan melindungi keselamatan masyarakat terdampak.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan penanganan dampak cuaca ekstrem menjadi prioritas utama pemerintah.

"Keselamatan masyarakat adalah yang utama dan penanganan banjir tidak boleh ditunda. Oleh karena itu, Kementerian PU berkomitmen untuk terus memberikan dukungan infrastruktur pengendalian banjir baik melalui langkah darurat maupun penanganan jangka panjang, agar risiko bisa diminimalisir," ungkap Dody Hanggodo.

Sebagai langkah cepat, BBWS C3 mengerahkan dua unit mobile pump berkapasitas 250 liter per detik untuk menangani genangan di Pondok Pesantren Sabulussalam, Kecamatan Kresek.

Pengerahan pompa tersebut dilakukan agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali pulih di tengah kondisi debit Sungai Cidurian yang masih terpantau tinggi.

Debit sungai yang tinggi dinilai berpotensi menimbulkan genangan susulan sehingga pompa disiagakan secara intensif.

Selain penanganan banjir, BBWS C3 juga memfokuskan upaya darurat pada titik longsor sepanjang 200 meter di Desa Carenang, Kecamatan Cisoka.

Longsor tersebut menyebabkan delapan bangunan rumah warga runtuh akibat tergerus aliran sungai.

Petugas melakukan perkuatan bibir sungai menggunakan metode bronjong berupa anyaman kawat berlapis galvanis yang diisi batu untuk mengurangi tekanan tanah.

Kepala BBWS C3 Dedi Yudha Lesmana menjelaskan tanggul tanah eksisting tidak diintervensi secara langsung karena strukturnya dinilai berisiko jika diganggu.

"Pada penanganan darurat ini, kami fokus memperkuat bibir sungai dan mengarahkan aliran limpasan agar tidak langsung menghantam tanggul tanah. Upaya yang akan dilakukan adalah menahan dan mengendalikan arah limpasan agar dampaknya tidak membahayakan," ungkap Dedi Yudha Lesmana.

Untuk memulihkan konektivitas transportasi, BBWS C3 bekerja sama dengan PT Marga Mandalasakti menangani genangan di ruas Tol Tangerang Merak KM 50.

Pada lokasi tersebut dibangun tanggul sementara sepanjang 300 meter menggunakan geobag dan Movable Concrete Barrier.

Upaya tersebut membuat akses logistik Jawa Sumatera kembali normal dan aman dilalui.

Sebagai solusi permanen, BBWS C3 menyiapkan desain tanggul permanen yang mencakup metode perkuatan parapet dan pemasangan pintu air sebagai pengendalian banjir jangka panjang Sungai Cidurian.

Proses pengajuan anggaran proyek tersebut terus diupayakan agar segera terealisasi.

Penulis :
Ahmad Yusuf