Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Hasto Kristiyanto Lari Pagi di Samarinda Pantau Fasilitas Publik dan Revitalisasi Ruang Ekonomi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Hasto Kristiyanto Lari Pagi di Samarinda Pantau Fasilitas Publik dan Revitalisasi Ruang Ekonomi
Foto: (Sumber: Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengisi agenda kunjungannya di Kota Samarinda dengan melakukan olahraga lari pagi. ANTARA/HO-PDIP.)

Pantau - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, melakukan lari pagi bersama komunitas anak muda di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sambil meninjau kualitas fasilitas publik pada Selasa pagi.

Hasto menyatakan, "Pagi ini kami lari bukan sekadar untuk mencari keringat, tapi untuk melihat bagaimana peradaban sebuah kota itu tumbuh. Di Samarinda, kita bisa melihat kemajuan itu langsung dari hal yang sederhana seperti trotoar, drainase, dan kebersihannya. Jika trotoarnya sudah bagus dan nyaman bagi pejalan kaki, itu adalah ciri kemanusiaan dihargai," ungkapnya.

Rute lari sepanjang 5 kilometer digunakan sebagai sarana pemantauan langsung terhadap infrastruktur dan tata kota.

Rombongan memulai dari Jalan Perniagaan dan didampingi tokoh muda seperti Erwin Avietta dan Cintya Labetta.

Jalur lari melewati kawasan Teras Samarinda, depan Kantor Gubernur Kaltim, Taman Samarinda, RS Darjat, Jalan Abdullah Hasan, Jalan Kusuma Bangsa, dan berakhir di Citra Niaga.

Hasto menyinggung efektivitas kepemimpinan daerah dan menekankan, "Keberhasilan menata kota adalah bukti kepemimpinan yang bervisi kerakyatan," sambil menyebut banyak laporan mengenai kinerja baik Wali Kota Andi Harun.

Meskipun mengalami insiden kecil sehingga pahanya lebam, Hasto tetap menyelesaikan rute 5 kilometer lari dan 1 kilometer jalan kaki.

Rekor pribadi Hasto dalam lari: Borobudur Marathon 2025 kategori 10K selesai dalam 1 jam 21 menit, memecahkan rekor pribadi sebelumnya 1 jam 28 menit di Victoria Run 2024.

Kebiasaan berolahraga ini dilakukan Hasto di setiap kunjungan kerja, sebelumnya di Pulau Rote, NTT, Makassar, Sulawesi Selatan, dan Pekanbaru, Riau.

Hasto menyatakan lari adalah cara mengenal kota secara langsung, melihat kebersihan, keramahan, taman hidup, perpustakaan yang diakses warga, dan transportasi publik yang melayani rakyat.

Setibanya di garis finis di Jalan Citra Niaga, rombongan disambut Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim Ananda Emira Moeis dan jajaran pengurus daerah.

Rombongan beristirahat sambil sarapan dan menikmati kopi di Warung Kopi Hai Nan, kedai kopi legendaris di Samarinda.

Hasto menekankan filosofi kesehatan dalam kepemimpinan, "Kita harus ingat prinsip mens sana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Pemimpin dan anak muda harus punya fisik yang tangguh untuk membangun peradaban bangsa kita ke depan. Tanpa disiplin raga, sulit bagi kita untuk memiliki disiplin jiwa dalam melayani rakyat," ungkapnya.

Hasto menutup kegiatan dengan mengapresiasi revitalisasi kawasan ekonomi rakyat dan menyatakan optimis Samarinda bisa menjadi contoh pengelolaan ruang ekonomi rakyat dengan sentuhan estetika yang baik.

Penulis :
Ahmad Yusuf