
Pantau - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Selasa, 3 Februari 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran mengajak para santri untuk memperkuat akhlak sekaligus literasi teknologi sebagai bekal menghadapi era digital.
Pernyataan ini disampaikan melalui keterangan resmi dari Sekretariat Wakil Presiden pada Rabu, 4 Februari 2026.
Dorongan Penguasaan Teknologi untuk Santri
Gibran menyatakan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul, tidak hanya dari aspek moral dan spiritual, tetapi juga dalam penguasaan teknologi.
Menurutnya, literasi teknologi merupakan pelengkap penting agar santri mampu berkontribusi secara aktif dalam transformasi digital.
"Jadi kalau santri ini, kan, ngajinya pasti baik, akhlaknya baik, tapi harus diimbangi dengan ilmu-ilmu yang bisa menjawab tantangan zaman. Jadi harus melek AI, nanti kita kirim guru juga untuk pelajaran coding", ujarnya.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara akhlak dan pengetahuan teknologi bagi generasi muda.
Wapres juga mengingatkan para santri agar bijak dalam menggunakan teknologi, terutama saat mengakses informasi digital melalui gawai.
Komitmen Pemerintah dalam Pengembangan SDM Santri
Dalam kesempatan yang sama, Gibran menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan SDM.
"Tadi saya sampaikan juga ke Pak Kiai, jadi harus hati-hati sekali, saling menjaga. Dan tadi saya titip ke Pak Bupati (Mojokerto), mohon ini program-program dari pemerintah pusat, program dari Pak Presiden Prabowo agar bisa dijalankan dengan baik di sini", tuturnya.
Ia juga berharap dapat kembali berkunjung ke pesantren tersebut untuk membawa program-program penguatan kapasitas santri, terutama di bidang teknologi.
"Ini mohon maaf sekali karena waktunya sangat terbatas. Kalau ke Pondok itu saya biasanya bawa guru AI sama bawa guru robot robotik untuk mengajar santri-santri, Pak Kiai, secara gratis. Jadi saya ini dulu, ya, Pak Kiai, utang. Nanti saya ke sini lagi bawa guru-gurunya", ucap Gibran.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







