Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemkomdigi Selidiki Dugaan Kebocoran Data Pelamar di Proses Rekrutmen Internal

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemkomdigi Selidiki Dugaan Kebocoran Data Pelamar di Proses Rekrutmen Internal
Foto: Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan paparan saat diskusi Infrastruktur Digital dan Ketahanan Warga Pascabencana di Aceh, di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Kamis 22/1/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Pantau - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tengah menyelidiki dugaan kebocoran data pribadi pelamar kerja dalam proses rekrutmen untuk posisi Pengadaan Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital.

Insiden ini terjadi karena data pelamar seperti CV, fotokopi ijazah, KTP, transkrip nilai, dan surat keterangan sehat diunggah melalui tautan Google Drive dengan akses terbuka, sehingga dapat diakses oleh publik.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyatakan bahwa prosedur rekrutmen seharusnya tidak dilakukan menggunakan platform seperti Google Drive.

"Prosedur rekrutmen tidak seharusnya menggunakan platform Google Drive," ungkapnya.

Irjen Kemkomdigi Ambil Alih Investigasi

Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemkomdigi telah mengambil alih penanganan dugaan kebocoran tersebut dan sedang menelusuri titik kesalahan dalam prosedur yang dilakukan.

Nezar menegaskan bahwa tautan yang bocor telah ditutup, dan proses rekrutmen selanjutnya dipindahkan ke platform yang lebih aman.

Ia juga menyatakan bahwa insiden ini hanya berlangsung dalam waktu singkat, namun langsung ditindaklanjuti untuk mencegah penyalahgunaan data lebih lanjut.

"Insiden ini terjadi dalam waktu singkat, tetapi langsung kami tindaklanjuti untuk mencegah penyalahgunaan data," ia mengungkapkan.

Evaluasi Internal dan Peningkatan Sistem Keamanan

Dalam rapat bersama Komisi I DPR RI pada 4 Februari 2026, Sekretaris Jenderal Kemkomdigi, Ismail, menyampaikan bahwa evaluasi internal sedang dilakukan terkait sistem keamanan data pelamar.

Ismail menambahkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan proses teknis menjadi prioritas Kemkomdigi agar kejadian serupa tidak terulang.

"Fokus kami saat ini adalah peningkatan kualitas SDM dan proses teknis agar insiden seperti ini tidak terjadi lagi," ujar Ismail.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan data pribadi, terutama dalam proses rekrutmen yang mengharuskan pelamar menyerahkan dokumen-dokumen sensitif.

Penulis :
Arian Mesa