
Pantau - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengerahkan 100 ribu personel gabungan untuk kerja bakti massal bertajuk “Jaga Jakarta Bersih” pada Minggu pagi.
Kegiatan kerja bakti massal ini dilakukan secara serentak di berbagai wilayah Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan bahwa personel gabungan terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP), Tenaga Ahli Pemprov DKI Jakarta, masyarakat, serta unsur TNI dan Polri.
Rano Karno menyampaikan pernyataan tersebut saat meninjau langsung kegiatan kerja bakti di Jalan Cempaka Putih Tengah, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Instruksi Sekretaris Daerah Nomor 2 Tahun 2026.
Tujuan utama kegiatan adalah menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bersih bagi warga Jakarta.
Kerja bakti massal juga menjadi langkah preventif menghadapi musim pancaroba yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit, khususnya demam berdarah dengue (DBD).
Rano Karno menegaskan pentingnya membersihkan semak-semak, saluran air, sungai, dan genangan air sebagai upaya pencegahan penyakit.
Fokus utama kerja bakti adalah pengurasan dan pembersihan saluran air untuk meningkatkan kapasitas aliran serta mencegah penyumbatan sampah.
Menurut Rano, pembersihan lingkungan lebih efektif dalam memberantas jentik nyamuk dibandingkan fogging.
Ia mengingatkan kembali pentingnya penerapan prinsip 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur atau mendaur ulang.
Selain personel, Pemprov DKI Jakarta juga mengerahkan 60 unit alat berat dan 144 truk pengangkut sampah.
Alat berat dan truk tersebut digunakan untuk menangani 66 lokasi prioritas di seluruh wilayah Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta turut berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) se-DKI Jakarta dalam kegiatan ini.
PMI DKI Jakarta menyiapkan hampir 5.000 cangkul, 5.000 sekop, 10.000 gerobak dorong, dan 3.000 karung untuk mendukung pengangkutan sampah.
Setiap kota administrasi di DKI Jakarta mendapatkan alokasi masing-masing 1.000 cangkul, 1.000 sekop, 200 gerobak, dan 600 karung.
Rano Karno mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk memiliki kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan Jakarta tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat.
- Penulis :
- Gerry Eka







