Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Wali Kota Jaktim Sebut Hasil Panen Raya Dimanfaatkan untuk Penjualan dan Gizi Balita

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Wali Kota Jaktim Sebut Hasil Panen Raya Dimanfaatkan untuk Penjualan dan Gizi Balita
Foto: (Sumber : Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyerahkan hasil panen berupa melon kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok dalam kegiatan panen raya serentak DKI Jakarta di lahan pertanian di Jalan Raya Pulo Gebang, RT 12/RW 06, Cakung, Jakarta Timur, Senin (30/3/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza)..)

Pantau - Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyatakan hasil panen raya di lebih dari 400 titik wilayah Jakarta Timur dimanfaatkan untuk dijual serta mendukung pemenuhan gizi balita dan program sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan Munjirin usai menghadiri panen raya serentak di lahan pertanian Jalan Raya Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Senin (30/3/2026).

"Model distribusi hasil panen dari kelompok tani di Jakarta Timur ini beragam. Tidak semuanya dijual, ada juga yang dimanfaatkan untuk kepentingan sosial," ungkapnya.

Distribusi Hasil Panen untuk Sosial dan Ekonomi

Munjirin menjelaskan sebagian kelompok tani menjual hasil panen untuk menjaga keberlanjutan produksi, termasuk pembelian bibit dan kebutuhan pertanian.

Sementara itu, sebagian lainnya menyalurkan hasil panen langsung kepada masyarakat sekitar, termasuk untuk Posyandu dan balita stunting.

"Ada yang diberikan ke masyarakat sekitar, termasuk untuk Posyandu dan balita stunting. Ini menjadi bagian dari kontribusi nyata pertanian perkotaan (urban farming) terhadap perbaikan gizi masyarakat," jelasnya.

Ia menambahkan sejumlah kelompok tani juga telah bekerja sama dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperluas penyerapan hasil panen.

"Sebagian kelompok tani juga sudah bekerja sama dengan MBG. Artinya, hasil panen ini tidak hanya berhenti di pasar, tapi juga masuk ke program-program strategis," ujarnya.

Tantangan Produksi dan Penguatan Urban Farming

Munjirin mengungkapkan tantangan utama saat ini bukan pada pemasaran, melainkan peningkatan produksi di tengah tingginya permintaan pangan di Jakarta.

"Kalau pemasaran di Jakarta sebenarnya tidak terlalu sulit. Permintaan tinggi, tapi yang menjadi tantangan adalah bagaimana meningkatkan produksinya," tuturnya.

Pemerintah Kota Jakarta Timur terus mendorong penguatan kelompok tani dan optimalisasi lahan, dengan total 423 lokasi panen tersebar di RPTRA, sekolah, dan lahan masyarakat.

Selain itu, Pemkot rutin menggelar pasar tani setiap Jumat pekan terakhir untuk mempertemukan petani dengan konsumen dan meningkatkan nilai ekonomi hasil panen.

Secara keseluruhan, panen raya DKI Jakarta digelar di 807 titik dengan total luas lahan sekitar 12.567 meter persegi dan potensi hasil mencapai 15 ton dari berbagai komoditas.

Penulis :
Aditya Yohan