
Pantau - Proses pemulihan kelistrikan pascabencana di Provinsi Aceh hampir tuntas, dengan hanya tersisa 13 desa yang belum kembali menikmati aliran listrik dari jaringan PLN.
Sebanyak 6.487 desa atau sekitar 99,8 persen wilayah desa di Aceh telah kembali teraliri listrik sejak bencana melanda beberapa waktu lalu.
"13 desa lagi belum teraliri listrik, sebanyak 6.487 desa atau sekitar 99,8 persen desa di Aceh telah kembali menikmati aliran listrik," ungkap General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra.
Distribusi Desa dan Solusi Sementara
Desa-desa yang masih dalam proses pemulihan tersebar di enam kabupaten, yaitu 8 desa di Kabupaten Aceh Tengah, serta masing-masing 1 desa di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Barat, dan Aceh Tamiang.
Untuk sementara, 13 desa tersebut memperoleh pasokan listrik dari program 1.000 genset darurat yang disalurkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Meskipun jaringan distribusi belum pulih total akibat kendala akses, kehadiran genset darurat di desa-desa tersebut menjadi solusi agar aktivitas masyarakat tidak terhenti," jelas Eddi.
Tantangan Akses dan Upaya Pemulihan
Tantangan utama dalam pemulihan jaringan listrik adalah kondisi infrastruktur jalan yang rusak akibat bencana.
Terdapat 171 titik longsor dan 14 jembatan yang rusak, sehingga menyulitkan distribusi alat berat dan material kelistrikan ke desa-desa terdampak.
"Komitmen kami adalah pemulihan jaringan permanen secepat mungkin. Namun, keselamatan petugas dan kemampuan akses alat berat sangat bergantung pada kondisi infrastruktur jalan," ia mengungkapkan.
PLN terus melakukan koordinasi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk membuka akses ke wilayah terdampak serta menjaga pasokan listrik sementara melalui genset.
"Petugas kami di lapangan terus bersiaga di titik terdekat dengan lokasi longsor. Begitu akses memungkinkan untuk dilewati, tim teknis kami akan langsung masuk untuk melakukan perbaikan tiang dan kabel yang roboh akibat bencana," tambah Eddi.
- Penulis :
- Arian Mesa







