
Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menginstruksikan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menertibkan manusia gerobak demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan kebersihan ibu kota.
Instruksi tersebut disampaikan Pramono menjelang bulan suci Ramadhan agar kondisi Jakarta tetap rapi dan tertib.
Pramono menyatakan pendatang yang masuk kategori manusia gerobak akan ditertibkan demi kepentingan bersama warga Jakarta.
“Kalau memang ada pendatang yang seperti itu, ya, pasti kami tertibkan untuk kebersihan bersama Jakarta,” kata Pramono, ungkapnya.
Ia menegaskan kebijakan tersebut bertujuan mewujudkan Jakarta sebagai kota yang lebih aman, nyaman, dan membahagiakan bagi seluruh warganya.
Manusia gerobak merupakan sebutan bagi pemulung atau pendatang musiman yang beraktivitas di jalan-jalan wilayah DKI Jakarta.
Selain penertiban manusia gerobak, Pramono juga meminta agar trotoar tidak lagi digunakan oleh pedagang kaki lima.
Ia menilai penggunaan trotoar oleh pedagang mengganggu hak pejalan kaki serta mengurangi ketertiban ruang publik.
Pramono menyebut kebijakan penataan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan Indonesia menjadi lebih rapi dan bersih.
Ia menegaskan persoalan sampah di Jakarta akan segera ditangani sesuai arahan Presiden.
“Sebenarnya, Jakarta relatif sudah dibersihkan beberapa waktu yang lalu ketika kita menghadapi banjir. Tetapi sekali lagi, tetap urusan sampah kita bersihkan,” ujarnya.
Selain itu, Pramono juga menginstruksikan pembersihan bendera partai dari jalan layang atau flyover karena dinilai mengganggu lalu lintas dan keindahan kota.
- Penulis :
- Aditya Yohan







