Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Wamenag Tegaskan Rumah Ibadah Harus Jadi Pusat Pelayanan Kemanusiaan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Wamenag Tegaskan Rumah Ibadah Harus Jadi Pusat Pelayanan Kemanusiaan
Foto: (Sumber: Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i. ANTARA/HO-Kemenag.)

Pantau - Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menegaskan rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ritual keagamaan, tetapi juga harus menjadi pusat pelayanan kemanusiaan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Romo Muhammad Syafi’i menyampaikan pandangan tersebut dalam rangka penguatan peran rumah ibadah sebagai simpul solidaritas sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Agama tidak berhenti pada ritual. Rumah ibadah harus menjadi pusat pelayanan kemanusiaan. Dari sini lah nilai kasih sayang, kebajikan, dan persaudaraan tumbuh dan dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” ungkapnya.

Romo Muhammad Syafi’i menekankan peran strategis rumah ibadah dalam memperkuat solidaritas sosial serta mengurangi penderitaan masyarakat melalui aksi nyata.

Ia menyatakan kehadiran rumah ibadah diharapkan mampu merawat persaudaraan antarwarga tanpa memandang latar belakang.

Peran tersebut sejalan dengan paradigma beragama yang dikembangkan Kementerian Agama untuk menjadikan agama sebagai kekuatan pemersatu dan penopang ketahanan sosial nasional.

“Inilah wajah agama yang kami dorong di Kementerian Agama,” kata Romo Muhammad Syafi’i, ungkapnya.

Konsep rumah ibadah sebagai pusat layanan kemanusiaan tercermin di Vihara Mahavira Graha, Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Romo Muhammad Syafi’i menyaksikan langsung pembagian sekitar 4.000 parcel dan angpau Imlek yang diinisiasi Asosiasi Buddhist Center Indonesia.

Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan wujud tanggung jawab sosial umat beragama terhadap lingkungan sekitar.

“Pemberian angpau dan bingkisan cinta kasih bukan hanya membagi parcel, tetapi merawat sesuatu yang jauh lebih penting, yakni persaudaraan dan persatuan bangsa. Di tengah ketegangan global, Indonesia memilih jalan yang berbeda,” ujarnya.

Penulis :
Aditya Yohan