
Pantau - Sekitar 5.600 orang dikerahkan dalam Gerakan Masyarakat (Gema) Batam ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) untuk membersihkan Kota Batam, Kepulauan Riau, sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
Aksi Serentak di 12 Kecamatan, Fokus Kawasan Kota hingga Drainase
Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Simpang K-Square dan dilakukan serentak di seluruh kecamatan.
Sekitar 2.000 orang dilibatkan di pusat kegiatan, sementara 3.600 lainnya tersebar di 12 kecamatan di Kota Batam.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan bahwa Gema Batam ASRI merupakan respons langsung atas instruksi Presiden agar kota-kota di Indonesia terlihat bersih, rapi, dan tertata.
"Ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden. Kita membuat Gerakan Masyarakat Batam ASRI. Bagaimana kita bersama-sama membuat Batam ini indah dan bersih," ungkapnya.
Sasaran kegiatan pembersihan meliputi sekolah, ruko, hotel, kantor kelurahan dan kecamatan, hingga saluran drainase.
"Kelurahan, kecamatan, drainase juga akan disasar. Titik-titik pembersihan sampah harus menjadi perhatian bersama," tambah Amsakar.
Ia menyebut bahwa penataan kota juga telah dilakukan sejak tahun lalu, termasuk penertiban reklame dan baliho liar.
Bukan Sekadar Seremonial, Gema Batam ASRI Jadi Gerakan Kolektif Berkelanjutan
Amsakar menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar gotong royong musiman, melainkan akan menjadi gerakan kolektif dan berkelanjutan.
"Gema Batam ASRI adalah ikhtiar bersama untuk mewujudkan kota yang bersih. Tanggung jawab ini menjadi kewajiban bersama seluruh warga Batam," ujarnya.
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam juga turun langsung memantau kegiatan pembersihan di berbagai titik, termasuk di drainase induk Pandanwangi dan kawasan Sei Binti.
Ia berharap gerakan ini dapat meningkatkan kenyamanan kota, tidak hanya bagi masyarakat lokal tetapi juga bagi wisatawan mancanegara.
"Semoga ini membuat Batam semakin nyaman dan bersih, baik bagi masyarakat maupun pelancong yang datang," tutupnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








