Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Bapeten Sertakan Skrining Malaria dalam Cek Kesehatan Gratis untuk Lindungi Petugas Inspeksi Radioaktif

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bapeten Sertakan Skrining Malaria dalam Cek Kesehatan Gratis untuk Lindungi Petugas Inspeksi Radioaktif
Foto: (Sumber: Plt. Kepala Badan Pengawas Teknologi Nuklir (Bapeten) Zainal Arifin (kiri) menanyakan petugas kesehatan tentang hasil skrining kesehatan mata karyawan Bapeten, di Jakarta, Rabu (11/2/2026). ANTARA/Mecca Yumna..)

Pantau - Badan Pengawas Teknologi Nuklir menyertakan skrining malaria dalam Program Cek Kesehatan Gratis guna melindungi petugas lapangan yang melakukan inspeksi penggunaan radioaktif di berbagai wilayah termasuk hutan dan daerah terpencil.

Pelaksana Tugas Kepala Bapeten Zainal Arifin mengatakan karyawan Bapeten bertugas menginspeksi penggunaan nuklir di perkotaan, perdesaan, hutan hingga tengah laut sehingga membutuhkan perlindungan kesehatan tambahan.

Selain skrining malaria, CKG di lingkungan Bapeten juga mencakup pemeriksaan kesehatan mulut, telinga, tekanan darah, dan kesehatan mata.

Bapeten mengapresiasi Kementerian Kesehatan atas pelaksanaan program nasional CKG yang telah berjalan setahun.

Staf Khusus Menteri Kesehatan Bambang Widianto menjelaskan pelaksanaan CKG masih sama seperti tahun sebelumnya namun menyertakan skrining spesifik sesuai kebutuhan seperti malaria bagi pegawai yang sering bertugas ke pelosok.

Ia menyebut CKG merupakan hadiah dari Presiden Prabowo Subianto untuk mencegah keparahan dan kematian akibat penyakit dengan beban tertinggi di Indonesia seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker.

Program CKG juga digabungkan dengan skrining tuberkulosis sebagai upaya eliminasi mengingat Indonesia menempati peringkat kedua kasus TBC terbanyak di dunia.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan Imran Pambudi mengatakan petunjuk teknis terbaru CKG menambahkan skrining penyakit yang banyak ditemukan di daerah tertentu seperti kusta, skabies, dan frambusia.

Tenaga Ahli Utama Bakom RI Hariqo Wibawa Satria menyampaikan bahwa pada 2025 sebanyak 70 juta orang telah berpartisipasi dalam program CKG.

Penulis :
Aditya Yohan