Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Legislator Ateng Sutisna Soroti Alat Monitoring Rusak dan Lemahnya Pengawasan Nuklir

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Legislator Ateng Sutisna Soroti Alat Monitoring Rusak dan Lemahnya Pengawasan Nuklir
Foto: (Sumber: Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna dalam RDP Komisi XII dengan Kepala BAPETEN di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Foto : Jaka/Andri.)

Pantau - Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna menyoroti kondisi pengawasan nuklir yang dinilai masih jauh dari harapan, terutama setelah ditemukannya alat monitoring radiasi yang rusak dan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ateng dalam rapat dengar pendapat Komisi XII bersama Kepala BAPETEN di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa 10 Februari 2026 dan dipublikasikan pada 10 Februari 2026 dalam kategori Komisi XII.

Politisi Fraksi PKS itu mengaku kurang yakin dengan rencana pengembangan energi nuklir apabila fasilitas dasar seperti alat monitoring radiasi masih ditemukan rusak.

Ia juga menyayangkan koordinasi pengawasan yang belum optimal sehingga masih ditemukan barang berbahaya dari luar negeri masuk tanpa sertifikat aman.

Ateng menyatakan bahwa "Kami melihat masih kekurangan fasilitas penyimpanan. Pengawasan juga kurang optimal, terbukti masih bisa masuk barang dari luar dan ketahuan setelah terjadi radiasi. Seharusnya barang berbahaya ini sebelum masuk ke Indonesia sudah ada sertifikat aman,".

Ateng mengungkapkan kekecewaannya terkait rusaknya alat monitoring yang terkesan dibiarkan hingga menjadi temuan BPK.

Ia menilai kondisi tersebut, ditambah dengan temuan zat radioaktif ilegal, dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan energi nuklir.

Ia menegaskan bahwa "Ada alat monitoring yang rusak, kesannya dibiarkan bahkan menjadi temuan BPK. Ini mengurangi kepercayaan kami terhadap pengembangan energi nuklir ke depan. Padahal Presiden Prabowo mengharapkan nuklir jadi alternatif pertahanan energi kita,".

Ateng berpesan agar BAPETEN segera melakukan pembenahan internal yang mencakup profesionalisme dan integritas sumber daya manusia.

Ia menekankan bahwa kepercayaan masyarakat menjadi kunci utama agar energi nuklir dapat diterima sebagai solusi energi di masa depan.

Ia menyampaikan bahwa "Mari kita sama-sama benahi dan perbaiki untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Tujuannya agar pemanfaatan energi nuklir ini bisa benar-benar diterima karena aman dan bermanfaat,".

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti