Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Komisi VII DPR Nilai Batam Tourism Polytechnic Layak Jadi Rujukan Nasional Pendidikan Vokasi Pariwisata

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Komisi VII DPR Nilai Batam Tourism Polytechnic Layak Jadi Rujukan Nasional Pendidikan Vokasi Pariwisata
Foto: (Sumber: Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, saat kunjungan spesifik di Batam Tourism Polytechnic, Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (10/2/2026). Foto: Dip/Karisma)

Pantau - Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai Batam Tourism Polytechnic di Kota Batam, Kepulauan Riau, memiliki kualitas pendidikan sangat baik dan layak dijadikan rujukan nasional pengembangan vokasi pariwisata.

Penilaian tersebut disampaikan usai kunjungan spesifik Komisi VII DPR RI ke kampus tersebut pada Selasa 10 Februari 2026 dan dipublikasikan pada 11 Februari 2026 dalam kategori Komisi VII.

Sebagai mitra Komisi VII DPR, Kementerian Pariwisata mengelola anggaran sekitar Rp1,4 triliun dengan Rp600 miliar di antaranya dialokasikan untuk pengelolaan politeknik pariwisata.

Saleh menyatakan bahwa “Hari ini kami sengaja datang ke Batam untuk bertemu dan berdiskusi secara serius dengan Politeknik Pariwisata Batam. Kami ingin mengetahui secara langsung apa saja kegiatan yang mereka lakukan, bagaimana pengelolaan kampus, serta sistem pendidikan yang diterapkan,”.

Hasil diskusi menunjukkan tata kelola pendidikan berjalan baik mulai dari proses seleksi mahasiswa, kegiatan akademik, hingga penempatan magang.

Ia menyampaikan bahwa “Yang menarik, alumni politeknik ini rata-rata sangat diminati dan hampir semuanya sudah bekerja. Ini menunjukkan bahwa kualitas lulusannya memang baik dan sesuai dengan kebutuhan industri,”.

Saleh juga mengapresiasi fasilitas pendukung pembelajaran yang dinilai lengkap dan representatif sesuai kebutuhan industri pariwisata.

Fasilitas tersebut meliputi laboratorium barista, tata kelola kamar hotel, dapur, serta laboratorium pendukung lainnya yang relevan dengan praktik kepariwisataan.

Ia menyatakan bahwa “Tadi kami sudah berkeliling kampus dan melihat langsung fasilitasnya. Kalau saya menilai, kualitasnya A. Sangat bagus dan bisa dijadikan sebagai bahan studi banding bagi sekolah-sekolah pariwisata yang dikelola oleh pemerintah,”.

Saleh mendorong adanya kerja sama antara Batam Tourism Polytechnic dengan politeknik pariwisata milik pemerintah melalui pertukaran dosen, pengembangan kurikulum, dan kolaborasi program magang.

Ia menjelaskan bahwa “Ke depan, tentu bisa dipikirkan kerja sama seperti tukar-menukar dosen, kurikulum, maupun kerja sama magang dan pengelolaan kampus. Ini penting agar kualitas pendidikan vokasi pariwisata semakin merata,”.

Ia berharap politeknik tersebut terus berkembang dan mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat termasuk dukungan pendanaan.

Saleh menyampaikan bahwa “Harapan kami, jika ada hal-hal yang bisa dikerjasamakan secara langsung dengan pemerintah pusat, termasuk dukungan pendanaan atau pemanfaatan dana CSR dari perusahaan-perusahaan besar, maka Batam Tourism Polytechnic yang sudah memiliki kualitas baik ini bisa menjadi prioritas,”.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti