
Pantau - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) mengembangkan konsep pertanian terintegrasi di Lapas Terbuka Kelas II B Kendal, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional.
Dukungan Terhadap Astacita Presiden dan Optimalisasi Lahan Idle
Menteri Imipas, Agus Andrianto, menyatakan bahwa pengembangan pertanian terintegrasi ini sejalan dengan program ketahanan pangan yang menjadi bagian dari Astacita Presiden Prabowo Subianto.
"Harapannya model pertanian ini juga bisa dikembangkan di lapas-lapas lain dan dibangun yang lebih besar dari ini," ungkapnya saat ditemui usai kunjungan ke Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Terbuka Kendal, Jawa Tengah, pada Rabu, 11 Februari 2026.
Agus menegaskan pentingnya konsep ketahanan pangan khususnya di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Ia menyebut masih banyak lahan idle atau tidak dimanfaatkan di berbagai lapas yang sebelumnya menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Untuk itu, Kementerian Imipas menggandeng berbagai pihak yang memiliki keahlian guna membangun konsep pertanian terintegrasi yang mampu mempekerjakan warga binaan di Lapas Terbuka Kendal.
Ia juga menekankan pentingnya fungsi sosial dari program ini. "Fungsi sosial kepada masyarakat juga akan menjadi prioritas. Artinya, mudah-mudahan ini bisa memberikan kontribusi bukan hanya kepada warga binaan, melainkan juga kepada masyarakat sekitar," ia mengungkapkan.
Sistem Pertanian Terintegrasi: Efisien, Berkelanjutan, dan Nol Limbah
Pertanian terintegrasi didefinisikan sebagai sistem budidaya yang memadukan komponen pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu lahan atau siklus tertutup yang meniru ekosistem alam.
Tujuan dari sistem ini adalah untuk menciptakan efisiensi, keberlanjutan, dan mendorong pola zero waste atau nol limbah, di mana limbah dari satu komponen dimanfaatkan sebagai pakan atau pupuk untuk komponen lain.
Di Lapas Terbuka Kendal, sistem ini diwujudkan dalam beberapa komponen utama, yaitu:
- Pertanian melon premium
- Perikanan nila merah dan nila hitam salin
- Pakan alternatif berupa azolla
- Peternakan ayam kampung super (joper)
Untuk pengembangan melon premium, sedang dibangun dua unit nethouse atau rumah kaca berjaring pelindung. Proses pembangunan dilakukan paralel, meliputi pembangunan struktur, pembuatan media tanam, pengisian media ke planter bag, serta pemasangan weedmat. Target penyelesaiannya ditetapkan pada 24 Februari 2026.
Di sektor perikanan, tiga kolam tanah telah disiapkan. Penebaran benih nila merah sebanyak 100 ribu ekor per kolam telah dilakukan pada 10 Februari 2026.
Pengembangan pakan alternatif juga dilakukan dengan mengisi 500 kilogram azolla ke dalam kolam mangga, yakni kolam yang berada di dekat area kebun mangga, pada Januari 2026.
Untuk peternakan ayam joper, sebanyak 6 ribu ekor ayam kampung super dibesarkan dengan sistem budidaya terintegrasi dan berkelanjutan. Pengelolaan pakannya dilakukan secara terkontrol guna menjaga kesehatan serta kualitas ternak.
- Penulis :
- Leon Weldrick








