Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Mendukbangga Wihaji Mengajak Keluarga Mengurus Sampah untuk Menguatkan Gerakan ASRI

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mendukbangga Wihaji Mengajak Keluarga Mengurus Sampah untuk Menguatkan Gerakan ASRI
Foto: (Sumber: Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Jakarta, Kamis (12/2/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari..)

Pantau - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji mengajak masyarakat mengurus sampah mulai dari keluarga untuk mendukung Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah atau ASRI di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Wihaji mengatakan, "Kita urusi sampah dari keluarga untuk mendukung Gerakan ASRI," ungkapnya.

Wihaji menegaskan penanganan sampah tidak bisa dilepaskan dari keluarga karena keluarga setiap hari berhubungan langsung dengan sampah.

Wihaji menjelaskan sampah yang dimaksud mencakup sampah yang tidak bisa didaur ulang serta sampah daur ulang.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana atau Rakornas Bangga Kencana, Wihaji menekankan pentingnya kolaborasi untuk menangani urusan keluarga, termasuk persoalan sampah yang disebut saling berkelindan.

Wihaji mengatakan, "Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pola pikirnya kita ubah, kita harus berkolaborasi karena semua urusan di negara ini selalu berhubungan dengan keluarga," ia mengungkapkan.

Presiden Prabowo Subianto mencanangkan Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah atau ASRI yang disebut diwujudkan melalui aksi bersih sampah di banyak wilayah Indonesia.

Menteri Lingkungan Hidup atau Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menyebut persoalan sampah nasional sudah memasuki fase krisis dengan jumlah sekitar 143 ribu ton sampah per hari.

Hanif menyatakan tingkat pengelolaan baru sekitar 24 persen yang terkelola dengan baik.

Hanif menjelaskan jenis sampah yang sedang ditangani saat ini berupa sampah spesifik yang tidak berasal dari rumah tangga dan memerlukan penanganan khusus, termasuk yang muncul akibat kondisi tertentu seperti dampak banjir.

Hanif mengatakan, "Sampah yang kita tangani saat ini merupakan sampah spesifik yang tidak berasal dari rumah tangga dan memerlukan penanganan khusus. Sampah ini muncul akibat kondisi tertentu, termasuk dampak banjir, sehingga harus dikelola secara lebih tepat dan terkontrol," ungkapnya.

Hanif menyatakan kondisi tersebut berdampak langsung pada kesehatan lingkungan, ekonomi pesisir, serta citra pariwisata Indonesia di tingkat global.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meminta para menteri hingga kepala daerah memberi contoh penerapan Gerakan ASRI melalui kegiatan bersih-bersih di lingkungan masing-masing sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.

Teddy mengatakan, "Pak Presiden kemarin sudah menyampaikan di depan forum, Anda hadir semua, kita mulai Gerakan ASRI. Kepala daerah, dari gubernur, wakil gubernur, bupati, wali kota, semuanya ayo bersih-bersih," ia mengungkapkan.

Teddy juga mengajak jajaran TNI, Polri, BUMN, serta kementerian dan lembaga untuk ikut memberi contoh penerapan Gerakan ASRI.

Penulis :
Ahmad Yusuf