
Pantau - BPBD Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan dua jembatan darurat di Kecamatan Palembayan hanyut dibawa arus Sungai Batang Nanggang akibat curah hujan tinggi pada Rabu (11/2) malam di Lubuk Basung.
Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono mengatakan, "Dua jembatan darurat yang dibangun dari pohon kelapa dibawa arus sungai cukup besar," ungkapnya.
BPBD menyebut jembatan darurat yang hanyut dibangun dari pohon kelapa dan hilang karena arus sungai cukup besar.
Lokasi pertama berada di Masjid Syuhada yang menghubungkan Sawah Laweh dengan Kampuang Pili di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan.
Lokasi kedua berada di Jorong Subarang Aia yang menghubungkan Koto Alam dengan Subarang Aia di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan.
Jembatan darurat tersebut sebelumnya dibangun untuk mempermudah akses warga setelah bencana banjir bandang yang melanda wilayah itu pada akhir November 2025.
BPBD melaporkan banjir meluap hingga jalan provinsi yang menghubungkan Padang Koto Gadang menuju Bukittinggi dengan ketinggian genangan sekitar 50 sentimeter.
Di wilayah lain, banjir dan longsor juga terjadi di Kecamatan Tanjung Raya dan mengakibatkan 170 kepala keluarga mengungsi.
Pengungsi disebut menempati SD, masjid, rumah keluarga, dan rumah tetangga.
Kepala Jorong Subarang Aia Irlan menyatakan warga terisolir karena jembatan itu merupakan satu-satunya akses dari Subarang Aia menuju Koto Alam.
Irlan mengatakan, "Jembatan darurat akses satu-satunya bagi warga untuk membawa hasil pertanian, perkebunan dan ke sekolah. Di lokasi, Polri sedang membangun jembatan Bailey," ungkapnya.
BPBD menambahkan Kecamatan Palembayan sebelumnya dilanda banjir bandang yang disebut menewaskan 146 orang, menyebabkan 32 orang hilang, serta merusak ratusan rumah dan lahan pertanian.
- Penulis :
- Aditya Yohan







