
Pantau - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menargetkan pembangunan sekitar 500 jembatan darurat di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat selesai pada Juli 2026.
Maruli menyampaikan “Upaya pemulihan terus berjalan, sekarang sudah 99 persen lah. Saya perkirakan bulan Juli hampir 500-an unit itu mudah-mudahan selesai,” kata dia saat wawancara cegat selepas menghadiri sarasehan bertajuk Penguatan Basarnas dalam Sistem SAR Nasional di Kantor Basarnas Pusat, Jakarta, Kamis.
Proses rehabilitasi dan perbaikan jembatan dipastikan terus berjalan hingga tuntas sesuai target waktu meski di sejumlah lokasi sempat terjadi banjir susulan yang berdampak pada pekerjaan.
Puluhan Jembatan Sudah Rampung
KSAD mengonfirmasi sedikitnya sudah ada puluhan unit jembatan darurat yang selesai dibangun dalam satu setengah bulan pascabencana.
Rinciannya meliputi 40 unit jembatan bailey, 50 unit jembatan armco, dan 19 unit jembatan gantung yang telah difungsikan untuk mendukung mobilitas masyarakat.
Maruli menyebut progres tersebut merupakan bentuk komitmen prajurit TNI dalam menjalankan perintah langsung dari Presiden Prabowo untuk mempercepat kebangkitan sosial dan ekonomi masyarakat di tiga provinsi tersebut.
Ia menilai tidak perlu dilakukan penambahan personel dari TNI Angkatan Darat ke lokasi terdampak karena kondisi di lapangan sudah lebih kondusif dibandingkan pekan pertama setelah bencana.
Perbaikan Sekolah Dikerjakan Bersamaan
Maruli menyampaikan “Sekolah-sekolah sudah beres, sudah bersih, tinggal nanti bagaimana isinya, perbaikannya kami sudah kerjasama dengan Mendikdasmen, nanti mudah-mudahan segera bisa dikerjakan berbarengan dengan pembangunan jembatan-jembatan,” cetusnya.
Perbaikan fasilitas pendidikan tersebut diharapkan dapat berjalan paralel dengan pembangunan infrastruktur jembatan guna mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







