
Pantau - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mendukung inisiasi penguatan satu komando dalam operasi pencarian dan pertolongan saat kondisi tanggap darurat guna mempercepat mobilisasi logistik dan dukungan operasional.
Maruli menyampaikan “Ya, ya, saya kira kalau kita duduk bersama, itu pelaksanaan operasi SAR akan lebih efektif,” kata dia saat wawancara cegat selepas menghadiri sarasehan bertajuk Penguatan Basarnas dalam Sistem SAR Nasional di Kantor Basarnas Pusat, Jakarta, Kamis.
Ia menilai konsep satu komando dalam situasi darurat bertujuan menyatukan pengelolaan logistik, transportasi, dan perlengkapan agar seluruh dukungan dapat langsung digerakkan ketika dibutuhkan oleh Basarnas, potensi SAR, maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Maruli menyampaikan “Kondisi normal aset dan logistik tetap digunakan sesuai fungsi masing-masing, namun saat status darurat ditetapkan seluruh dukungan dapat segera dikonsolidasikan tanpa kebingungan pembagian kewenangan,” kata dia menjelaskan.
Hindari Tumpang Tindih Pengerahan Aset
TNI Angkatan Darat menilai penyatuan koordinasi sangat positif untuk membuat dukungan di lapangan lebih efektif dan menghindari tumpang tindih dalam pengerahan alat utama, transportasi, serta perlengkapan penyelamatan.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengusulkan penerapan satu ruang, satu data, dan satu komando dalam operasi SAR saat keadaan darurat.
Usulan tersebut agar seluruh aset lintas kementerian dan lembaga dapat digerakkan cepat di bawah kendali Kepala Basarnas.
Wilayah Luas dan Risiko Bencana Meningkat
Penguatan sistem komando dinilai mendesak karena wilayah tanggung jawab Basarnas mencapai sekitar 5 juta kilometer persegi.
Jumlah personel SAR saat ini sekitar 5.462 orang yang tersebar di 45 kantor SAR dan melayani lebih dari 280 juta penduduk di ribuan pulau di Indonesia.
Maruli menyampaikan “Apalagi dengan potensi risiko yang meningkat akibat perubahan iklim dan intensitas bencana. Sekarang tuntutan publik terhadap kecepatan dan efektivitas penanganan darurat, terutama di era media sosial yang membuat setiap respons menjadi sorotan luas,” kata dia, didampingi Kepala Basarnas Mohammad Syafii dalam sarasehan tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf







