Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Sektor Film Dinilai Berpeluang Dongkrak Ekonomi DKI karena Tumbuh Melampaui Laju Perekonomian 2025

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Sektor Film Dinilai Berpeluang Dongkrak Ekonomi DKI karena Tumbuh Melampaui Laju Perekonomian 2025
Foto: Tangkapan layar - Analis Senior Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif dan Syariah Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi DKI Jakarta, Mursidi (kanan) dan Film Programmer J-Youth Film Fest, Farhan Fachrezzy dalam acara daring yang diadakan Pemprov DKI Jakarta, dipantau di Jakarta, Kamis 12/2/2026 (sumber: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)

Pantau - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta menilai ekonomi kreatif, terutama film, memiliki peluang berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026, di Jakarta.

Mursidi selaku Analis Senior Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif dan Syariah KPw BI DKI Jakarta menyebut porsi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih terbatas.

"Pangsanya pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih terbatas 11,53 persen. Ada ruang yang cukup besar di Jakarta untuk mendorong ekonomi kreatif termasuk film untuk lebih besar lagi kontribusinya terhadap perekonomian," ungkap Mursidi.

Pertumbuhan Ekraf 2025 Melampaui Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

Mursidi memaparkan ekonomi kreatif pada 2025 tumbuh di atas 9 persen, lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi Jakarta sepanjang 2025 yang tercatat 5,21 persen.

Mursidi menyatakan perbandingan laju pertumbuhan tersebut menjadi dasar bahwa kontribusi ekonomi kreatif berpeluang meningkat jika terus didorong melalui berbagai kegiatan.

"Kalau kita dorong lagi dengan kegiatan, ini bisa semakin besar kontribusinya. Kami di BI melihat film sebagai bagian dari ekonomi kreatif bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Dari kontribusinya terhadap PDRB, cukup siginifikan," ujar Mursidi.

Film Disebut Strategis untuk Pariwisata hingga Regenerasi Sineas

Mursidi menjelaskan film merupakan subsektor strategis karena memiliki fungsi sebagai daya tarik pariwisata, alat branding, diplomasi budaya, serta fungsi lain yang sejenis.

Ia menambahkan film juga dinilai bisa menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda, terutama milenial dan generasi Z, mengingat populasinya di Jakarta sudah di atas 50 persen.

Mursidi menyebut kelompok demografi tersebut sudah terbiasa dengan ekosistem digital, terbiasa menikmati film, serta belajar membuat film, termasuk lewat aktivitas nge-vlog.

Kondisi itu disebut menjadi peluang yang dimanfaatkan Pemprov DKI dan BI DKI untuk mendorong pembinaan generasi muda guna menyiapkan regenerasi sineas dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Jakarta yang dinilai sudah bagus tetapi belum dioptimalkan.

Salah satu bentuk dorongan yang dilakukan adalah perhelatan Jakarta Youth Film Festival atau J-Youth Film Festival 2026 yang ditujukan sebagai ruang bagi pelajar dan mahasiswa di Jabodetabek untuk bertemu langsung, memutarkan film-filmnya, dan mengompetisikan filmnya.

Ajang tersebut menyasar pelajar SMA, pelajar SMK, pelajar Madrasah, serta mahasiswa dari wilayah Jabodetabek.

Farhan Fachrezzy selaku Film Programmer J-Youth Film Fest menyebut kegiatan itu terkait target jangka menengah Jakarta.

"Ini juga sebagai rangkaian membentuk Jakarta sebagai kota sinema tahun 2027 karena tujuan kami menemukan dan menumbuhkan generasi filmmaker yang baru," kata Farhan.

Penulis :
Shila Glorya