Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Melemah 0,31 Persen ke Level 8.265,35 Jelang Long Weekend Imlek 2026

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Melemah 0,31 Persen ke Level 8.265,35 Jelang Long Weekend Imlek 2026
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 25,62 poin atau 0,31 persen ke posisi 8.265,35 pada Kamis sore seiring aksi ambil untung pelaku pasar menjelang long weekend libur Tahun Baru Imlek 2026.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga turun 2,54 poin atau 0,30 persen ke posisi 839,40.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyatakan pelemahan terjadi setelah IHSG mengalami reli selama tiga hari berturut-turut.

“Setelah mengalami reli selama tiga hari berturut-turut, IHSG ditutup melemah yang antara lain didorong oleh aksi ambil untung menjelang long weekend,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan investor masih cenderung menerapkan strategi trading jangka pendek di tengah kondisi ketidakpastian yang masih berlangsung.

Sentimen Domestik dan Global Membayangi Pergerakan

Dari dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto berencana menggelar sarasehan ekonomi pada Jumat, 13 Februari 2026.

Sarasehan tersebut bertujuan memberikan penjelasan komprehensif mengenai kondisi perekonomian nasional dan respons pemerintah terhadap perkembangan global.

Pemerintah berharap pertemuan itu dapat menjawab keresahan terkait keputusan Moody's Ratings yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Dari mancanegara, pelaku pasar mencermati data inflasi Amerika Serikat bulan Januari 2026 yang berdasarkan konsensus diperkirakan sebesar 2,5 persen secara tahunan atau year on year, lebih rendah dibandingkan 2,7 persen pada Desember 2025.

“Data inflasi ini akan menjadi perhatian investor setelah data nonfarm payrolls AS lebih baik dari perkiraan,” ujar Ratna.

IHSG sempat dibuka menguat namun kemudian bergerak ke zona negatif hingga penutupan sesi pertama.

Pada sesi kedua perdagangan, IHSG tetap berada di zona merah hingga penutupan.

Sektor Kesehatan Terkoreksi Terdalam

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor barang baku mencatat kenaikan terbesar sebesar 1,42 persen, diikuti sektor properti naik 0,75 persen dan sektor transportasi dan logistik menguat 0,64 persen.

Sebanyak delapan sektor melemah dengan sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 1,21 persen.

Sektor barang konsumen non primer turun 1,00 persen dan sektor infrastruktur melemah 0,71 persen.

Saham yang mencatatkan penguatan terbesar yaitu LAPD, ZATA, INDS, CSMI, dan ESTI.

Saham yang mengalami pelemahan terbesar yaitu HILL, PACK, SPRE, TRIN, dan KPIG.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.024.785 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 43,26 miliar lembar dan nilai transaksi Rp23,84 triliun.

Sebanyak 294 saham naik, 384 saham turun, dan 144 saham tidak mengalami perubahan nilai.

Bursa saham regional Asia pada sore hari menunjukkan pergerakan bervariasi dengan Indeks Nikkei melemah 10,70 poin atau 0,02 persen ke posisi 57.639,80, Indeks Shanghai menguat 2,03 poin atau 0,05 persen ke posisi 4.134,02, Indeks Hang Seng turun 233,84 poin atau 0,86 persen ke posisi 27.032,53, dan Indeks Straits Times naik 32,17 poin atau 0,65 persen ke posisi 5.016,75.

Penulis :
Shila Glorya