
Pantau - Pemerintah Kabupaten Mimika membentuk Satuan Tugas Makanan Bergizi Gratis (Satgas MBG) untuk mengoptimalkan pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.
Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan Satgas MBG mulai bekerja dan langsung menggelar rapat koordinasi pada hari ini.
“Di Mimika kami sudah bentuk dan hari ini mereka mulai rapat. Kami mau melihat kemampuan pelaksanaan MBG ini sudah sesuai atau tidak,” ujarnya.
Satgas MBG di Mimika terdiri atas unsur Badan Gizi Nasional, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta TNI-Polri.
Pembentukan Satgas MBG di daerah merupakan bagian dari kebijakan nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia termasuk di Mimika.
Program MBG di Mimika telah diluncurkan pada Juli 2025 sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi bagi pelajar.
Hingga saat ini telah terbentuk 14 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di beberapa titik di Kota Timika.
Koordinasi Dinilai Belum Maksimal
Dalam pelaksanaannya program tersebut dinilai belum maksimal karena koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Mimika dan Badan Gizi Nasional belum berjalan optimal.
Johannes Rettob mengungkapkan, “Contohnya pembentukan SPPG tidak dilaporkan kepada kami. Bahkan, dalam penunjukan sekolah seharusnya berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” katanya.
Meski demikian sejumlah sekolah di Kota Timika telah mulai menerima layanan Program MBG.
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap Satgas MBG dapat memperkuat fungsi pengawasan dan memastikan program berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pemilihan sekolah yang menerima MBG sangat penting. Seharusnya dimulai dari sekolah yang paling membutuhkan dan itu harus didahulukan. Ini menjadi bahan evaluasi sehingga kami membentuk Satgas MBG,” ujar Johannes.
Wilayah Pesisir dan Pegunungan Belum Tersentuh
Untuk wilayah pesisir dan pegunungan di Mimika Program MBG hingga kini belum dilaksanakan.
Sebagai alternatif Pemerintah Kabupaten Mimika tetap memberikan dukungan pemenuhan gizi bagi anak sekolah melalui program pemberian makanan tambahan yang dibiayai dari dana Otonomi Khusus (Otsus).
Pemkab Mimika mengirim bahan makanan ke sekolah-sekolah di wilayah pesisir dan pegunungan untuk kemudian dimasak oleh guru dan orang tua murid sebelum dibagikan kepada para siswa.
“Kami mengirim bahan makanan ke sekolah-sekolah di wilayah itu. Bahan tersebut dimasak oleh guru dan orang tua murid lalu dibagikan kepada anak-anak. Ini sudah kami lakukan jauh sebelum ada Program MBG,” katanya.
- Penulis :
- Leon Weldrick







